Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Aksi demonstrasi hingga merusak fasilitas umum yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam hari, dikecam oleh banyak kalangan masyarakat.
Kecaman ini datang, terutama di Kampung Kongan, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri.
Dimana aksi yang harusnya hanyalah sekedar aksi damai, malah berujung aksi demonstrasi besar-besaran hingga merusak fasilitas umum.
Kerusakan itu dinilai membuat kegiatan warga terganggu, meski mereka mengakui mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Enok D (27) salah satunya, merupakan seorang warga kampung kongan, yang berada di selatan kantor Mako Polres Kediri.
Ia melihat, aksi demontrasi hingga menimbulkan suasana mencekam itu sudah melampaui batas.
“Saya sebagai warga sebenarnya mendukung kalau semua masyarakat demo, tapi kalau berlebihan seperti ini (secara anarki),” ucap Enok, Minggu (31/9/2025).
Menurutnya, demonstrasi boleh dilakukan, namun harus tetap dilakukan secara sewajarnya dan tidak merusak fasilitas umum.
“Semua fasilitas kan untuk kita juga, siapa tahu juga dibeli dengan uang kita. Tidak cuma mengganggu aktivitas kita semua, tapi juga merugikan diri kita sendiri sebagai rakyat biasa,” terangnya.
Ia juga menyayangkan wakil rakyat yang dinilainya kurang berani menghadapi aspirasi secara langsung.
Tak adanya keberanian itu pun, membuat fasilitas lain yang bukan semestinya di hancurkan, dibakar dan di jarah oleh massa aksi, menjadi sasaran amukan masyarakat.
Sementara itu, Muhammad Karim Amrullah (59), sesama warga kampung kongan ini sepakat membela aparat untuk menjaga situasi harkamtibmas di wilayah.
Ia bersama masyarakat di kampung kongan, telah memblokade seluruh jalan akses masuk dan di jaga ketat, agar massa aksi tidak masuk ke kampung.
“Membuat resah saja ini orang-orang (massa aksi). Takutnya jika Polres Kediri di bakar, akan merembet ke bangunan (milik masyarakat) sekitar,” bebernya.
Hingga situasi sudah kembali normal, rencananya, warga akan tetap berjaga secara bergilir di jalan masuk kampung kongan.
“Antisipasi saja. Kemarin aja tanpa ada pemberitahuan, tiba-tiba, massa unjuk rasa datang, untungnya tidak sampai membuat kegaduhan seperti di Kota (Kediri),” tandasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pengamatan metara sewaktu aksi unjuk rasa di Polres kediri, pihak kepolisian terus berjaga hingga pagi, sekitar pukul 04.00 WIB.
Sesekali juga, dari pihak kepolisian melemparkan gas air mata untuk membubarkan gerombolan massa agar menjauh dari Mako Polres Kediri.
Namun sayangnya, para massa membakar habis seluruh barang bukti kendaraan tilang yang berada di pos turjagwali di barat Mako Polres Kediri.
Dari banyaknya barang bukti di pos turjagwali itu, terdapat sedikitnya tiga mobil dan puluhan motor roda dua yang di seret keluar pos.