Metaranews.co, Kabupaten Jember – Kesehatan kerap kali dianggap sepele. Banyak orang merasa tubuhnya masih kuat, jarang sakit, dan belum membutuhkan perlindungan kesehatan secara khusus.
Namun, pengalaman yang dialami Sai’in, seorang kontraktor asal Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, membuka kesadarannya bahwa gangguan kesehatan dapat datang kapan saja.
Ia merasakan secara langsung manfaat besar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hadir memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.
Sai’in mengaku awalnya tidak terlalu memahami Program JKN. Ia hanya mengetahui bahwa perusahaan tempatnya bekerja rutin membayarkan iuran setiap bulan.
Hingga suatu ketika, ia mengalami masalah kesehatan yang mengharuskannya menjalani tindakan operasi pada bagian tangan. Pada saat itulah, ia benar-benar merasakan bagaimana Program JKN memberikan perlindungan.
“Waktu itu saya sempat sakit dan muncul benjolan di tangan dan harus melakukan operasi. Saya kira sakit karena pegal saja, ternyata lama-kelamaan kok tambah sakit dan muncul benjolan,” ujar Sai’in saat ditemui di Jember, Selasa (16/12/2025).
“Awalnya saya khawatir biaya berobat mahal, tetapi ternyata semuanya ditanggung JKN. Saya bisa fokus sembuh tanpa memikirkan biaya,” lanjutnya.
Sai’in yang terdaftar sebagai peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui tempatnya bekerja mengaku merasa lebih tenang karena telah memiliki jaminan kesehatan yang dapat diandalkan sewaktu-waktu.
Meskipun jarang memanfaatkan layanan kesehatan, ia bersyukur kepesertaan JKN miliknya selama bekerja tetap aktif tanpa kendala.
“Saya sudah tujuh tahun yang lalu saya terdaftar dari segmen PPU tempat saya bekerja, meskipun jarang menggunakan akan tetapi, saya merasa lebih tenang dengan terdaftar Program JKN ini, bisa saya gunakan sewaktu-waktu jika diperlukan,” tambahnya.
Kehadiran Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
Namun, keberlangsungan Program JKN tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, maupun peserta JKN itu sendiri.
“Menjaga kesehatan bukan hanya sekadar gaya hidup, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab serta investasi jangka panjang untuk diri sendiri dan generasi berikutnya,” tuturnya.
“Kalau kita ingin masa depan bangsa yang hebat, maka kita harus menjaga Kesehatan sejak dini, dengan olahraga dan menjaga pola makan contohnya,” tambah Sai’in.
Berbagai layanan juga dapat diakses oleh peserta JKN melalui Aplikasi Mobile JKN, salah satunya Skrining Kesehatan. Seluruh peserta JKN berusia di atas 15 tahun diwajibkan mengikuti skrining kesehatan ini setidaknya satu kali dalam setahun.
Apabila hasil skrining menunjukkan adanya risiko penyakit serius, peserta akan diarahkan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
“Melalui penerapan pola hidup sehat dan skrining riwayat kesehatan, saya merasa tidak mudah lelah dan lebih semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” terangnya.
“Meskipun belum menderita penyakit kronis, setidaknya saya dapat mengetahui jika ada beberapa faktor risiko yang perlu diperbaiki,” tutup Sai’in. (ADV)






