Metaranews.co, Kota Kediri – Persik Kediri bukan sekadar menambah jumlah pemain di sektor pertahanan. Klub berjuluk Macan Putih itu mendapatkan sosok dengan rekam jejak panjang ketika resmi merekrut Jesús María Meneses Sabater atau Chechu.
Bek asal Spanyol tersebut datang membawa pengalaman lintas kompetisi yang dinilai berpotensi memberi dampak instan pada putaran kedua.
Berdasarkan data Transfermarkt, Chechu merupakan pemain bertahan berusia 31 tahun dengan posisi utama sebagai bek tengah.
Posturnya yang menjulang dan karakter bermain yang tenang membuatnya dikenal kuat dalam duel udara, sekaligus relatif nyaman saat memulai alur serangan dari lini belakang.
Fleksibilitasnya juga menjadi nilai tambah, lantaran ia tercatat mampu mengisi beberapa posisi lain di sektor pertahanan.
Karier profesional Chechu berakar di Spanyol. Ia menghabiskan banyak musim di berbagai kompetisi domestik Negeri Matador, khususnya di kasta bawah dan liga regional.
Pengalaman panjang tersebut membentuk karakter sebagai bek yang disiplin, konsisten, dan terbiasa bermain dalam tekanan.
Langkah Chechu kemudian menembus batas Spanyol. Ia sempat berkiprah di liga Islandia dan Andorra, dua kompetisi yang dikenal dengan intensitas fisik tinggi dan tempo permainan cepat.
Pengalaman internasional ini memperkaya pemahamannya terhadap beragam gaya bermain dan dinamika pertandingan.
Petualangan Chechu berlanjut ke Indonesia. Sebelum merapat ke Persik Kediri, ia tercatat pernah memperkuat Barito Putera dan Malut United. Bersama Malut United di kompetisi Super League, Chechu tampil cukup konsisten mengawal lini belakang.
Berdasarkan data Transfermarkt, ia memperoleh menit bermain reguler dan kerap dipercaya tampil sebagai starter dalam sejumlah laga penting. Konsistensi inilah yang kemudian menarik perhatian Persik Kediri untuk memboyongnya ke Kediri.
Dengan latar belakang karier yang panjang serta jam terbang lintas liga dan budaya sepak bola, Chechu diharapkan mampu menghadirkan stabilitas sekaligus kepemimpinan di jantung pertahanan Macan Putih.
Kehadirannya menjadi harapan baru dalam memperkuat organisasi permainan tim, terutama saat menghadapi tekanan lawan pada putaran kedua.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti Chechu. Bukan hanya menjadi palang pintu terakhir di lini belakang, tetapi juga menjawab kepercayaan Persik Kediri untuk membawa tim melangkah ke posisi yang lebih baik di klasemen akhir kompetisi.






