Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar, Ketua MUI Wanti-wanti Pemerintah Soal Ini

MUI
Caption: Ketua MUI, KH Anwar Iskandar. Doc: Ubai/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengingatkan pemerintah agar tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tekanan ekonomi yang kian menguat.

Menurut dia, kondisi ekonomi saat ini memerlukan sinergi kuat antarlembaga, terutama di tingkat pusat.

Bacaan Lainnya

Peringatan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar saat berada di Pondok Pesantren Al-Amin, Kota Kediri, Kamis (22/1/2026).

“Jadi kemarin nilai rupiah itu sedemikian jatuh sampai hampir menyentuh angka Rp17.000 per dolar,” ujar pria yang akrab disapa Gus War tersebut.

“Itu merupakan indikator ekonomi yang tidak baik. Oleh karena itu, pemerintah di tataran pusat harus bersinergi untuk mengatasi hal ini, jangan berjalan sendiri-sendiri,” lanjutnya.

Gus War menegaskan, persoalan ekonomi tidak bisa dipandang sekadar sebagai urusan fiskal dan moneter.

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memicu perpecahan dan dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk melemahkan kedaulatan negara.

“Jangan sampai ekonomi menjadi alat untuk menghancurkan sebuah negara,” ucap Gus War.

“Di zaman modern ini, penjajahan dan penghancuran negara tidak harus dengan senjata. Ekonomi juga bisa dijadikan alat, misalnya ketika terjadi inflasi dan nilai tukar rupiah sangat tinggi, negara bisa hancur,” tuturnya.

Menurut Gus War, pemerintah perlu memusatkan perhatian pada perputaran ekonomi di tengah masyarakat agar daya beli tetap terjaga. Ia menilai kebijakan ekonomi harus mendorong aktivitas produktif, bukan justru menahan peredaran uang.

“Fokus pada ekonomi agar terus berputar, uang dikeluarkan, dari sana nanti pemerintah mendapat pajak. Ketika ekonomi itu berputar, pasti akan ada pajak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan keuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah, tidak berlebihan menempatkan dana dalam bentuk simpanan.

“Jangan uang kemudian dimasukkan ke deposito. Itu tidak baik. Daerah juga begitu. Uang dari pusat harus dibagi ke bawah,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gus War mengimbau masyarakat agar tidak terpancing kepanikan di tengah situasi ekonomi yang penuh tekanan. Ia meminta publik tetap waspada dan menjaga persatuan.

“Jangan panik, tetap waspada, dan jangan sampai kita diadu domba,” tutupnya.

Pos terkait