Harga Cabai Rawit Melambung Tembus Rp 80 Ribu per Kg, Disperindagin Kota Kediri Klaim Masih Wajar

Kediri
Ilustrasi cabai di pasar. Doc: Pinterest

Metaranews.co, Kota Kediri – Harga cabai rawit di Kota Kediri, Jawa Timur, kembali membuat dompet warga menjerit.

Pengamatan Metaranews.co di Pasar Setono Betek pada Senin (2/2/2026), harga komoditas tersebut terpantau melonjak hingga menembus Rp 80.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga ini terjadi serentak di tingkat pedagang. Salah seorang penjual cabai di Pasar Setono Betek, Sunarsih, menyebut lonjakan harga mulai terasa sejak hari ini.

“Dari tengkulak harganya sudah Rp 75.000, saya jualnya ke pembeli per ons Rp 8.000,” ucapnya.

Menanggapi lonjakan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin) Kota Kediri, M Ridwan, mengklaim bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil, dan belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

“Setiap hari kami pantau, sejauh ini memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai rawit. Bawang merah naik sedikit, sementara komoditas lainnya cenderung stabil bahkan ada yang turun,” jelasnya.

Ridwan menilai kenaikan harga cabai rawit masih dalam batas kewajaran.

Menurutnya, komoditas tersebut memang dikenal fluktuatif dan sulit dikendalikan. Terlebih, sebelumnya harga cabai sempat anjlok sebelum kembali merangkak naik.

“Permintaan saat ini masih normal, tidak ada peningkatan signifikan. Distribusi juga berjalan normal, begitu pula produksi petani,” tambahnya.

Disperindagin Kota Kediri memastikan terus melakukan pemantauan distribusi hingga ke tingkat pengecer, khususnya untuk komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, guna menjamin ketersediaan tetap aman serta harga terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi menjelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri juga akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah titik.

Program ini ditujukan untuk memotong rantai distribusi dan mencegah permainan harga di tingkat tengkulak.

“Nanti akan kami siapkan beberapa titik Operasi Pasar Murah. Ini untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan tidak dimanfaatkan oleh tengkulak,” tegas Ridwan.

Pemkot Kediri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala menjelang Ramadan.

Pos terkait