Kelompok Muda NU Indonesia Dorong KH Asep Saifuddin Chalim Jadi Rais Aam PBNU 2026, Sosok Ulama Visioner

KH Asep Saifuddin Chalim
Caption: Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA. Doc: Kelompok Muda NU Indonesia

Metaranews.co, Jakarta – Kelompok Muda NU Indonesia menilai Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA memenuhi kriteria kuat untuk menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmah 2026.

Dukungan tersebut menguat dalam forum diskusi kepemudaan di Jakarta, yang menyoroti kebutuhan NU akan kepemimpinan ulama berwawasan global dan adaptif terhadap dinamika pendidikan modern.

Ketua Kelompok Muda NU Indonesia, Asep Awwaludin, menegaskan bahwa KH Asep memiliki kapasitas nyata dalam melakukan pembaruan sistem pendidikan pesantren tanpa tercerabut dari akar tradisi.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut dinilai berhasil mengimplementasikan prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim as-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah secara konkret dan terukur.

“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim adalah figur yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan kemajuan zaman,” ujar Asep Awwaludin dalam keterangan tertulis yang diterima Metara, Rabu (4/2/2026).

“Beliau membuktikan bahwa santri tidak hanya jago dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif di sektor pendidikan umum dan profesional,” lanjutnya.

Kiprah KH Asep di Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) menjadi salah satu landasan utama dukungan tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, peningkatan mutu madrasah dan lembaga pendidikan NU dinilai semakin signifikan, sehingga mampu memperkuat daya saing institusi pendidikan Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Keberhasilan visi pendidikan itu juga tercermin dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diasuhnya.

Pesantren tersebut mencatatkan banyak santri yang diterima di perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri, dengan pilihan disiplin ilmu yang beragam, mulai dari sains hingga teknologi.

“Beliau telah meruntuhkan sekat antara pendidikan agama dan umum. Visi ini memastikan bahwa lulusan pesantren tidak lagi tertinggal dalam persaingan dunia kerja, dan bisa berkontribusi maksimal bagi pembangunan negara,” tambah Asep.

Di luar sektor pendidikan, Kelompok Muda NU Indonesia turut menyoroti sederet penghargaan bergengsi yang diterima KH Asep dalam setahun terakhir.

Pada 2025, Bank Indonesia menganugerahinya penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Pesantren. Pengakuan tersebut disusul apresiasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai Tokoh Peduli Anak Bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Puncak pengakuan negara atas kontribusi KH Asep terjadi pada 25 Agustus 2025.

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya atas jasa dan pengabdian beliau di bidang sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan yang berdampak luas bagi bangsa.

Untuk mematangkan dukungan politik-keumatan tersebut, Kelompok Muda NU Indonesia berencana menggelar safari silaturahmi ke berbagai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia.

Agenda ini ditujukan untuk menyosialisasikan gagasan KH Asep sekaligus menyerap aspirasi kiai dan warga NU di daerah terkait arah kepemimpinan PBNU ke depan.

“Kami ingin memastikan bahwa ide-ide besar beliau dapat terakomodasi dan dipahami oleh seluruh elemen Nahdliyin. Kami berharap proses pemilihan Rais Aam mendatang mengedepankan musyawarah mufakat demi persatuan umat,” tegas Asep Awwaludin.

Pos terkait