Cuci Darah Tanpa Biaya, ASN Sumenep Bertahan Hidup Berkat JKN

Sumenep
Caption: Ahmad Fauzi berfoto usai cuci darah. Doc: Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan

Metaranews.co, Kabupaten Sumenep – Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Sumenep, Ahmad Fauzi, menjalani terapi cuci darah dua kali seminggu di RSUD dr H Mohammad Anwar Sumenep, dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Fauzi menjalani terapi tersebut akibat penyakit ginjal yang ia derita.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, ia sempat melakukan cuci darah di salah satu fasilitas kesehatan di Surabaya dengan biaya pribadi selama beberapa bulan.

Kondisi kesehatannya saat itu menurun akibat kelebihan kalium hingga mengalami sesak napas.

“Awalnya saya cuci darah di Surabaya dalam beberapa bulan, dan pada saat itu kondisi kesehatan saya menurun karena kelebihan kalium setelah di periksa,” ujar Fauzi, Jumat (6/2/2026).

“Akhirnya saya memutuskan pindah ke Sumenep yang lebih dekat dengan rumah saya untuk menjalani cuci darah dengan memanfaatkan Program JKN,” lanjutnya.

Selama kurang lebih empat bulan terakhir, Fauzi rutin menggunakan Program JKN untuk menjalani terapi cuci darah.

Ia menyebut biaya tindakan tersebut tergolong mahal jika harus ditanggung secara mandiri.

“Biaya cuci darah itu sangat mahal. Dengan JKN, saya hanya mengeluarkan biaya parkir setiap kali berobat. Semua tindakan dan pengobatan tidak dipungut biaya sedikit pun,” jelasnya.

Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada peserta JKN yang disiplin membayar iuran setiap bulan.

Ia menilai keberlangsungan Program JKN bergantung pada kepatuhan peserta dalam memenuhi kewajiban tersebut.

“Terima kasih kepada peserta yang rutin membayar iuran, yang rela gajinya dipotong untuk iuran JKN. Ini adalah bentuk gotong royong, karena ketika kita sakit, manfaatnya benar-benar terasa,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat yang masih menunggak iuran segera melunasi kewajibannya agar tidak mengalami kendala administrasi saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Untuk masyarakat yang masih ada tunggakan iuran, segera lunasi tunggakannya agar saat kita membutuhkan layanan kesehatan tidak ada kendala administrasi,” tuturnya.

“Saya juga berharap masyarakat bisa lebih menjaga kesehatannya dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi, dan rajin berolahraga. Jangan menunggu sakit dulu, karena kesehatan itu sangat berharga,” pungkasnya.

Pos terkait