Cuaca Ekstrem Intai Kediri, Hujan Deras dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi 3 Hari ke Depan

Kediri
Ilustrasi Cuaca Ekstrem (Freepik)

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang, yang diprediksi melanda wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.

Prakirawan cuaca BMKG Dhoho Kediri, Ringga Tri Gusti Sukmadana menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh adanya tekanan udara rendah (low pressure) di wilayah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Fenomena ini memicu anomali cuaca yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin di kawasan Jawa bagian selatan.

“Terdapat anomali karena di selatan NTT terdapat tekanan rendah atau low pressure, sehingga terdapat potensi angin kencang di wilayah Jawa Timur bagian selatan, termasuk Kediri,” ujar Ringga saat dihubungi Metaranews, Jumat (6/2/2026).

Selain tekanan udara rendah, di wilayah yang sama juga terbentuk pola siklonik yang memperkuat pergerakan massa udara. Kondisi ini membuat potensi angin kencang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Angin kencang di Kediri masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan, karena di selatan NTT juga terdapat pola siklonik. Ini yang membuat potensi angin kencang masih cukup tinggi,” jelasnya.

Ringga menambahkan, kondisi cuaca saat ini tergolong anomali karena sistem tekanan rendah bersifat dinamis dan dapat berpindah, sehingga memicu perubahan cuaca yang fluktuatif di wilayah Jawa bagian selatan.

Sementara itu, potensi hujan lebat disebut berkaitan erat dengan posisi wilayah Jawa Timur yang saat ini berada pada puncak musim hujan. Intensitas hujan dengan durasi cukup lama masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari mendatang.

“Untuk hujan lebat, ini karena kita memang sedang berada di puncak musim hujan. Hujan lebat masih akan terjadi hingga sekitar tanggal 10,” terang Ringga.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kediri dan sekitarnya, untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

“Masyarakat diharap waspada karena cuaca bisa berpotensi membahayakan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait