Metaranews.co, Kota Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperketat persiapan menghadapi masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Aspek keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama, terutama di sejumlah titik rawan pada wilayah operasional Daop 7.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan pihaknya memberi perhatian serius pada jalur-jalur yang membutuhkan pengawasan ekstra. Penguatan dilakukan di lintas Stasiun Walikukun hingga Blitar dan Jombang.
“Untuk persiapan angkutan lebaran ini kami mempersiapkan sebaik mungkin, terutama yang berkaitan dengan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Tohari, Kamis (12/2/2026).
“Kami melakukan mitigasi di beberapa daerah yang memerlukan pantauan khusus, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun mulai dari Stasiun Walikukun sampai Blitar dan juga Jombang,” lanjutnya.
Selain mitigasi jalur, Daop 7 menyesuaikan pola pengamanan karena musim penghujan masih berlangsung. Petugas tambahan disiagakan untuk memastikan pemeriksaan jalur berjalan tanpa celah.
“Dalam musim hujan ini, kami siapkan petugas-petugas ekstra, seperti PJL dan pemeriksa jalur. Petugas akan ditambahkan di jam-jam tertentu sehingga tidak ada waktu-waktu kosong pada saat pemeriksaan,” jelasnya.
Masa angkutan lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026 atau H-10 sampai H+10 Lebaran. Hingga Kamis (12/2/2026), penjualan tiket menunjukkan lonjakan signifikan.
“Sampai saat ini, sudah terjual sekitar 47 ribu tiket untuk keberangkatan dari wilayah Daop 7. Sedangkan untuk penumpang yang melakukan reservasi kedatangan ke wilayah Daop 7, jumlahnya kurang lebih 62 ribu tiket,” kata Tohari.
Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, PT KAI Daop 7 Madiun menyiapkan perjalanan tambahan. Kereta tambahan itu meliputi KA Berantas untuk keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun serta KA Gajayana yang melintas di wilayah Daop 7.
“Secara total, di wilayah Daop 7 terdapat sekitar 62 perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran. Sementara untuk wilayah Kediri sendiri ada 26 perjalanan kereta api, baik dari arah barat maupun timur,” ungkapnya.
Terkait tarif, Tohari memastikan tidak ada kenaikan harga tiket selama periode Angkutan Lebaran.
“Semakin dini pelanggan melakukan pemesanan tiket, maka peluang untuk mendapatkan harga yang lebih murah juga semakin besar,” pungkasnya.






