Metaranews.co, Kota Kediri – Libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili selama empat hari, mulai Sabtu (14/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026), diprediksi mendongkrak mobilitas dan konsumsi masyarakat secara signifikan.
Pada pekan yang sama, umat Muslim juga bersiap menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Momen ini identik dengan lonjakan kebutuhan energi rumah tangga, khususnya LPG.
Menghadapi dua momentum besar tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Jawa Timur, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, dalam kondisi aman dan mencukupi.
Seluruh infrastruktur distribusi disebut telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan kesiapan tersebut.
“Selama libur panjang yang diikuti perayaan Imlek dan awal Ramadan, stok BBM dan LPG dipastikan aman tercukupi. Kami juga standby di lapangan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Lonjakan konsumsi, terutama LPG, diperkirakan tak terelakkan. Selain kebutuhan rumah tangga, sektor usaha makanan juga meningkat tajam menjelang Ramadan.
Untuk meredam potensi gejolak pasokan, Pertamina menyalurkan distribusi fakultatif atau tambahan di luar jadwal reguler.
“Produk LPG menjadi primadona pada momen ini. Kami menambah penyaluran di luar distribusi reguler, terutama pada periode libur panjang, Imlek, dan Ramadan,” jelas Ahad.
“Untuk BBM, kami melakukan build up stock serta pengecekan sarana fasilitas SPBU secara intensif termasuk aspek Quantity and Quality,” lanjutnya.
Tak tanggung-tanggung, Pertamina menyiapkan tambahan penyaluran lebih dari 68 persen dari rata-rata distribusi harian. Angkanya mencapai 1.096.295 tabung LPG untuk seluruh wilayah Jawa Timur.
Langkah tersebut diklaim mampu mengamankan kebutuhan masyarakat sepanjang rangkaian libur dan perayaan.
Meski pasokan diperkuat, Pertamina tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru berpotensi mengganggu distribusi.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan, khususnya LPG. Jangan mudah terpancing informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.






