Metaranews.co, Kota Kediri – Kondisi Jembatan Lama Kota Kediri yang berstatus Cagar Budaya Peringkat Nasional kembali menuai sorotan.
Sejumlah titik aspal di bagian atas jembatan dilaporkan berlubang. Kerusakan itu dinilai membahayakan pengguna jalan, sekaligus mencoreng marwah bangunan bersejarah yang usianya telah melampaui satu abad.
Presidium Dewan Kesenian Daerah Jawa Timur, Imam Mubarok, yang juga peneliti Jembatan Lama, mendesak pemerintah segera turun tangan.
Gus Barok, sapaan karib Imam Mubarok, menilai kondisi jembatan saat ini memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut.
“Saya selaku peneliti jembatan lama sekaligus presidium Dewan Kesenian Jawa Timur mengharapkan kepada pemerintah untuk turun segera menyelesaikan permasalahan yang ada di jembatan lama,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Gus Barok menegaskan, status sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional semestinya membuat semua elemen bergerak cepat saat muncul persoalan.
Ia merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang menegaskan tanggung jawab pelestarian tidak hanya berada di pundak pemerintah daerah.
“Ini sangat memprihatinkan sekali karena ini Cagar Budaya Tingkat Nasional harusnya semuanya bergerak. Karena dalam UU 11/2010 tentang Cagar Budaya tanggung jawab itu tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi semuanya,” tegasnya.
Menurut Gus Barok, persoalan serupa pernah muncul saat kegiatan Napak Tilas Jenderal Sudirman. Ketika itu, bagian atas atau gladak jembatan ditemukan berlubang dan telah diperbaiki oleh BPK Wilayah 11.
“Posisi jembatan itu ini gladaknya itu berlubang, dan itu sudah dibenahi kemarin oleh BPK wilayah 11 semua, dari tukang dan kayunya semua dari BPK wilayah 11,” tuturnya.
Gus Barok menambahkan, respons cepat biasanya dilakukan Dinas PUPR. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Kediri, Dinas Pariwisata, serta menghubungi BPK Wilayah 11 agar segera turun tangan.
“Biasanya pergerakan ini cepat dilakukan oleh dinas PUPR. Tadi saya sudah juga menghubungi PUPR Kota Kediri juga sudah menghubungi Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kediri bidang kebudayaan, Bu Endah,” terangnya.
“Saya juga sudah mengundang BPK wilayah 11 untuk segera turun tangan. Untuk segera menyelesaikan memalukan gitu loh,” lanjut Gus Barok.
Bagi Gus Barok, pembiaran kerusakan ini akan menjadi preseden buruk dalam upaya pelestarian cagar budaya.
“Ini presenden buruk bagi kita kalau tidak segera melakukan upaya perbaikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Jembatan Lama Kota Kediri pernah dibongkar total pada bagian atas dan direhabilitasi pada 1976.
Perbaikan tersebut rampung dan diresmikan pada 20 November 1976. Setelah puluhan tahun berlalu, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan dinilai mendesak.
“Nah, oleh karena itu mohon dilakukan sebuah analisa. memang kalau penetapan cagar budaya itu kan konstruksi besinya. Jadi demi keselamatan bersama dan sebagainya ini juga penting untuk dilakukan kajian lagi terhadap jembatan ini,” paparnya.
Selain konstruksi, ia juga menyoroti fungsi pemecah ombak di sekitar jembatan yang dinilai tidak optimal.
Tumpukan sampah di sekitar struktur bawah jembatan disebut perlu penanganan serius agar tidak memperparah kondisi bangunan.
“Yang ketiga adalah soal pemecah ombak. Pemecah ombak itu sekarang tadi di seperti dalam video ada sampah-sampah yang banyak itu harus ada pemecah ombak,” beber Gus Barok.
“Seperti dalam foto lama pemecah ombak itu difungsikan sebagai pengurai sampah-sampah yang dari arah selatan ke utara. Ini juga harus dipikirkan karena memang turunannya di sebelumnya ada. Matur nuwun,” pungkasnya.






