Metaranews.co, Kota Kediri – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melakukan perbaikan rutin pada jembatan lama yang menjadi salah satu ikon kota.
Perbaikan kali ini menyasar bagian gelagar dan trotoar kayu dan aspal yang mengalami kerusakan akibat faktor usia.
Ahli Muda Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Kediri, Sunarto, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala untuk menjaga keamanan dan fungsi jembatan.
“Hari ini kita melakukan perbaikan rutin. Jadi setiap ada kerusakan-kerusakan yang ada di jembatan lama ini Dinas PUPR yang mengerjakan untuk perbaikannya,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, bagian yang diperbaiki meliputi gelagar – struktur penopang perkerasan jalan – yang mengalami kerusakan pada badan jalan. Selain itu, trotoar kayu dan elemen penyangga perkerasan atau dekleng-dekleng juga turut diganti.
Sunarto menegaskan, material yang digunakan tetap kayu. Hal itu karena jembatan tersebut merupakan bangunan cagar budaya, sehingga bentuk fisik dan karakter aslinya tidak boleh diubah.
“Ya tetap seperti kayu karena ini merupakan cagar budaya. Jadi kita tidak boleh merubah dari fisik dari bentuk jembatan itu, dikembalikan seperti semula. Dari kayu kita kembalikan ke kayu,” jelasnya.
Namun demikian, pola perbaikan tambal sulam dinilai bukan solusi jangka panjang. Pihaknya telah menerima arahan dari Kepala Dinas PUPR, agar ke depan dilakukan penggantian secara menyeluruh untuk menghindari kerusakan yang muncul secara bergantian.
“Tadi pagi juga ada arahan dari Ibu Kepala Dinas bahwa kalau tiap kali diperbaiki ada kerusakan, nanti akan diambil langkah biar kerusakan tidak tambal sulam. Beliaunya ada arahan untuk diganti semua,” ungkap Sunarto.
Ia menambahkan, jika dilakukan penggantian total, maka elemen yang diganti akan memiliki usia pakai yang relatif sama sehingga potensi kerusakan tidak terjadi secara bergiliran.
Berdasarkan kajian sebelumnya yang dilakukan oleh tim dari Universitas Brawijaya (Unbra), sejumlah bagian konstruksi jembatan memang mengalami keropos akibat faktor usia. Kerusakan paling parah ditemukan di sisi barat jembatan.
“Untuk kerusakan yang paling parah itu ada di bagian barat. Karena di bagian barat itu ada air, sehingga terjadi penggerusan pondasi di bawahnya. Dari kajian itu memang kalau ditinjau dari kerusakan yang paling parah ada di sisi barat,” paparnya.
Sementara itu, untuk bagian tengah hingga sisi timur, kondisi konstruksi masih dinyatakan relatif aman.
Saat ini, perbaikan difokuskan pada trotoar dan gelagar kayu.
Adapun rencana perbaikan total masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan.
“Untuk perbaikan kapan nanti akan diberitahu lagi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya kondisi Jembatan Lama Kota Kediri yang berstatus Cagar Budaya Peringkat Nasional kembali menuai sorotan.
Sejumlah titik aspal di bagian atas jembatan dilaporkan berlubang.
Kerusakan itu dinilai membahayakan pengguna jalan, sekaligus mencoreng marwah bangunan bersejarah yang usianya telah melampaui satu abad.






