Metaranews.co, Kota Kediri – Gelombang pertama penukaran uang rupiah menjelang Idulfitri resmi dimulai, Kamis (19/2/2026).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri membuka layanan kas keliling di halaman Masjid Agung Kota Kediri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru saat Lebaran.
Program ini digelar oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Wilayah (KPwBI) Kediri, sebagai bagian dari layanan kas keliling Ramadan dan Idulfitri.
Sebelumnya, BI Kediri mengumumkan pembukaan pendaftaran melalui akun Instagram resminya. Masyarakat wajib mendaftar secara daring melalui laman PINTAR BI, lalu datang sesuai jadwal yang dipilih.
Dalam layanan kali ini, KPwBI Kediri membatasi penukaran maksimal Rp5,3 juta per orang.
Rinciannya, pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, serta pecahan Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 masing-masing 100 lembar.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi meski Ramadan baru berjalan. Warga datang sesuai jadwal pada bukti pendaftaran dan tertib menunggu nomor antrean dipanggil petugas.
Noviana, warga Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, mengaku proses penukaran kali ini lebih mudah dibanding sebelumnya. Tantangan utama justru saat mendaftar secara daring.
“Antrenya lumayan cepat, hanya daftarnya memang agak ribet karena harus melalui web,” ujarnya.
Ia mengaku langsung mendaftar saat gelombang pertama dibuka melalui laman PINTAR setelah memperoleh informasi dari media sosial.
“Saya tukar pecahan Rp10 ribu, Rp20 ribu, dan Rp5 ribuan. Rencananya untuk bagi-bagi saudara saat lebaran nanti,” ungkapnya.
Menurut Novi, layanan resmi BI sangat membantu masyarakat, terutama menjelang hari raya.
“Adanya kegiatan tukar uang sangat memfasilitasi masyarakat. Kalau lebaran seperti ini rasanya kurang afdal kalau bukan uang baru. Di sini tidak ada biaya admin dan cepat, beda kalau di pinggir jalan biasanya mahal,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Nabila, warga Udanawu, Blitar. Ia mengaku telah mendaftar sekitar sepekan sebelumnya melalui laman PINTAR.
“Daftar untuk tukar uang pecahan di kas keliling BI Kediri sekitar satu minggu lalu. Nilai yang saya tukarkan Rp5 juta dengan pecahan Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5 ribuan,” tuturnya.
Ia mengakui persaingan mendapatkan kuota cukup ketat, namun tetap memilih layanan resmi BI.
“Memang agak sulit saat war kuota, tapi memudahkan. Saya tidak coba tukar di pinggir jalan karena ada jasa dan rawan uang palsu. Kalau di sini lebih aman,” tandasnya.
Dalam dokumen resmi yang dirilis BI, penukaran uang dilakukan secara daring melalui situs PINTAR BI.
Masyarakat wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi. Setelah memilih jadwal dan lokasi, pemohon akan memperoleh bukti pemesanan yang harus dibawa saat penukaran.
BI membagi layanan dalam Periode I dan Periode II, masing-masing dengan jadwal dan kuota tersendiri. Karena kuota terbatas, masyarakat diimbau segera memesan agar tidak kehabisan jadwal.
Penukaran dilakukan di titik layanan yang telah ditetapkan, termasuk kas keliling BI. Masyarakat diminta hadir sesuai waktu dan lokasi pada bukti pemesanan serta membawa identitas diri untuk verifikasi.
Bank Indonesia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan jasa perantara atau calo.
Seluruh layanan penukaran dilakukan secara resmi melalui kanal yang telah disediakan. Informasi lebih lanjut mengenai layanan penukaran dan keaslian rupiah dapat diakses melalui laman resmi BI.






