Bupati Kediri Geber 17 Program Prioritas pada Tahun Pertama Periode Kedua

Kediri
Caption: Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dan wakilnya saat dilantik sebagai kepala daerah di Istana Negara, Kamis (20/20/2025). Doc: Pemkab Nganjuk

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sebanyak 17 program prioritas yang diusung Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pada periode keduanya mulai digeber sejak tahun pertama memerintah.

Sejumlah program bahkan sudah direalisasikan dan berjalan di lapangan.

Bacaan Lainnya

Sekadar diketahui, Mas Dhito, sapaan karib Hanindhito Himawan Pramana, resmi dilantik sebagai bupati di periode kedua kepemimpinannya pada Kamis (20/20/2025).

Artinya hari ini, Jumat (20/20/2026), bertepatan dengan satu tahun atau tahun pertamanya sebagai Bupati Kediri untuk periode 2025–2030.

Pada tahun pertama periode kedua ini, berbagai program unggulan seperti “pupuk tersedia, petani bahagia” direalisasikan melalui tambahan alokasi pupuk bersubsidi pada 2025.

Di sektor kesehatan, Pemkab Kediri mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,72 persen pada 2025, sebagai penanda program layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu berjalan.

Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui peningkatan status puskesmas rawat inap, serta rencana pembangunan rumah sakit di kawasan Aerotropolis.

Hingga penghujung 2025, Pemkab Kediri menambah enam puskesmas rawat inap. Per Februari 2026, total telah berdiri 13 puskesmas rawat inap di Kabupaten Kediri.

Namun, rencana pembangunan rumah sakit baru menghadapi tantangan keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Mas Dhito mengakui pembangunan rumah sakit membutuhkan anggaran besar, sehingga diperlukan strategi alternatif.

“Yang kita lakukan adalah kita komunikasi dengan beberapa rumah sakit, ada tiga rumah sakit,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, insentif diberikan kepada 17.000 guru, tenaga kependidikan (GTK), guru ngaji, dan guru agama.

Khusus guru ngaji dan guru agama, penerima manfaat bisyaroh pada 2025 mencapai 9.500 orang dan direncanakan meningkat menjadi 12.000 orang pada 2026.

Program beasiswa Kediri Berbudaya juga digelontorkan dengan alokasi Rp 30 miliar per tahun.

Selain itu, bantuan stimulus fasilitas untuk musala, masjid, pondok pesantren, tempat ibadah, dan pendidikan keagamaan turut direalisasikan.

Pemkab Kediri juga mengucurkan insentif bagi kader posyandu dan KB, menaikkan insentif RT/RW, meluncurkan Halo Masbup 2.0, program Gercep Sahaja untuk administrasi kependudukan.

Kemudian meningkatkan Alokasi Dana Desa (ADD), serta memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi desa sejahtera pada 2025.

Di bidang ekonomi kerakyatan, revitalisasi pasar tradisional dilanjutkan. Setelah Pasar Wates, pada awal periode kedua dilakukan revitalisasi Pasar Ngadiluwih.

Komitmen penciptaan 30.000 lapangan kerja baru juga mulai dijalankan. Pada 2025, lebih dari 6.000 lapangan kerja baru dibuka bagi masyarakat Kabupaten Kediri dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Sektor pariwisata tak luput dari gebrakan. Wisata Ubalan dibuka kembali pada akhir 2025, sementara pada 2026 pembangunan akses jalan menuju Gunung Kelud dipercepat.

“Kelud ini tahun 2026 saya mau selesaikan akses jalan sampai ke kawah, kemudian yang kedua (terkait) safetynya,” ungkap Mas Dhito.

Di bidang infrastruktur, keluhan masyarakat terkait jalan – terutama jalan desa – menjadi perhatian.

Skema pembangunan dirancang melalui BKK dengan pelaksanaan oleh pemerintah desa. Namun, realisasi penuh masih terganjal keterbatasan ruang fiskal daerah.

Pos terkait