Metaranews.co, Kediri – Sebanyak 337 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota dan Kabupaten Kediri telah beroperasi.
Program tersebut ditargetkan menjangkau seluruh desa dan kelurahan, dengan total 390 titik pembangunan.
Hal itu disampaikan Dandim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, dalam kegiatan video conference bersama Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi R, Selasa (3/3/2026).
Dalam paparannya, Dhavid menjelaskan target pembangunan gerai KDMP di wilayah Kodim Kediri disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan, yakni 390 titik.
Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 85 persen. Sementara 53 titik masih dalam tahap penyelesaian dan koordinasi lintas sektor, terutama terkait persoalan lahan.
“Target bangunan kami ada 390 titik sesuai jumlah desa dan kelurahan. Saat ini progresnya sudah kurang lebih 85 persen,” ujarnya.
Dari 337 titik yang telah beroperasi, seluruhnya telah terdukung pendanaan dengan total anggaran Rp213,2 miliar.
Terkendala Status Lahan
Dhavid mengungkapkan, kendala utama pembangunan saat ini berkaitan dengan status lahan, seperti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Sawah Dilindungi (LSD), dan lahan baku sawah.
“Kendala utama dalam pembangunan saat ini adalah status lahan, seperti lahan pertanian pangan berkelanjutan, lahan sawah dilindungi, dan lahan baku sawah. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Wali Kota guna mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Secara rinci, Kabupaten Kediri memiliki 344 desa, sedangkan Kota Kediri terdiri atas 46 kelurahan. Progres pembangunan di Kabupaten Kediri telah mencapai sekitar 96 persen, menyisakan sekitar 4 persen yang masih terkendala.
“Yang tersisa ini ada yang berada di lahan Perhutani, ada juga yang akses jalannya sulit sehingga perlu pemaprasan dan pembenahan. Selain itu, ada satu titik di desa dengan jumlah kepala keluarga kurang dari 500 KK, sehingga belum memenuhi persyaratan,” terangnya.
Selanjutnya, hambatan di wilayah Kota Kediri didominasi keterbatasan lahan. Sejumlah kelurahan tidak memiliki lahan kosong karena seluruh wilayahnya telah dipadati ruko dan permukiman.
“Untuk wilayah kota, ada kelurahan yang memang tidak punya lahan sama sekali. Seluruh lahannya ruko dan rumah,” terangnya.
“Karena itu, kami bersama Forkopimda sudah melakukan survei dan mengajukan pemanfaatan aset milik Pemprov, Pemkot, maupun BUMN yang sudah tidak produktif untuk dialihfungsikan menjadi lokasi Gerai KDKMP,” ungkap Dhavid.
Dhavid menegaskan, pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan Kota dan Kabupaten Kediri ditargetkan rampung pada Maret hingga April 2026.
“Pastinya tahun ini semua desa dan kelurahan wajib memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan video conference tersebut turut dihadiri Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono, Wali Kota Kediri, Venanda Prameswati, Kapolres Kediri, Kapolres Kediri Kota, serta unsur Forkopimda setempat.






