Arus Padat, Dishub Kota Kediri Bakal Pasang Traffic Light di Simpang Tiga PG Meritjan

Kediri
Ilustrasi traffic light (pinterest)

Metaranews.co, Kota Kediri – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri merencanakan pemasangan lampu lalu lintas (traffic light) di Simpang Tiga Meritjan, tepatnya pada ruas penghubung Jembatan Jongbiru menuju kawasan Pabrik Gula (PG) Meritjan.

Kebijakan ini disiapkan untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di salah satu titik padat kendaraan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan simpang tersebut memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Selain menjadi akses penting warga Kota Kediri, jalur ini juga berfungsi sebagai penghubung utama antara Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.

“Memang ada rencana (memasang traffic light) di sana, karena intensitas kendaraan memang cukup tinggi,” ujar Arief, Sabtu (17/1/2026).

Namun, rencana tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Dishub Kota Kediri masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, mengingat ruas jalan di Simpang Tiga Meritjan merupakan jalur strategis lintas administrasi.

“Kami masih akan berkomunikasi dengan Pemkab Kediri, karena wilayah ini memang jalan yang penghubung kota dan kabupaten,” katanya.

Arief menegaskan, pemasangan lampu lalu lintas tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Dishub terlebih dahulu akan melakukan kajian teknis dan rekayasa lalu lintas untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Sebelum pemasangan kami akan melakukan pengkajian terlebih dahulu,” tuturnya.

Saat ditanya soal waktu pelaksanaan, Arief mengaku belum memiliki perencanaan pasti. Ia menyebut, sejauh ini pengaturan lalu lintas di simpang tersebut masih mengandalkan swadaya masyarakat sekitar.

“Ini masih sekadar rencana, dan untuk mengurai kemacetan di sana sudah ada supeltas warga sekitar yang mengatur arus simpang tiga,” terangnya.

Selain pemasangan traffic light, Dishub Kota Kediri juga membuka opsi penanganan lain, termasuk pelebaran jalan.

Langkah ini dipertimbangkan karena lebar ruas jalan dinilai terbatas, sementara volume kendaraan terus meningkat setiap hari.

“Kemungkinan lain adalah pelebaran jalan karena jalur perlintasan kota kabupaten dan cukup kecil, namun terlebih dahulu kami mendahulukan traffiic light terlebih dahulu,” jelas Arief.

Pos terkait