Bau Sampah TPA Sekoto Ganggu KBM, Warga Sampaikan Keluhan Saat Reses Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mas Pipin

Mas Pipin
Foto: Reses Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, bersama ibu-ibu Aisyiyah PDM Kediri, Sabtu (22/11/2025). Doc: Ubaidhillah/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Kurang maksimalnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan reses Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kediri, Sabtu (22/11/2025).

Salah satu keluhan disampaikan oleh Erly Purwaningsih, guru di MI Muhammadiyah 2 Badas, yang berlokasi tidak jauh dari TPA.

Bacaan Lainnya

Erly mengatakan, bau menyengat dari tumpukan sampah setiap hari harus dihirup para siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Baunya muncul saat musim kemarau, kalau ada angin berhembus ke arah sekolah kami, sangat menyengat. Pun demikian dengan saat musim hujan, bahkan kalau hujan bisa lebih parah karena air dari TPA juga membawa bau tersebut,” jelas Erly kepada Metara.

Tidak hanya bau, menurut Erly, saat dia tinggal di Dusun Genukwatu, Desa Sekoto ia merasa bak mandi di rumahnya cepat menghitam jika tidak segera dibersihkan, dan sedikit berbau tidak sedap.

“Saya mempunyai rumah di Dusun Genukwatu yang lokasinya kurang dari 1 Km dari TPA, dan yang saya rasakan bak mandi di kamar saya dalam se-minggu jika tidak sering dibersihkan sudah berubah warna kayak berlumut hitam, namun saya tidak tahu di rumah warga yang lain,” jelasnya.

Melalui forum reses tersebut, Erly berharap aspirasi warga, khususnya pihak sekolah, dapat disampaikan kepada o Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, agar segera melakukan penanganan.

“Semoga pemerintah mendengarkan kami, dan segera menangani ini, soal bau ini, dan kami di sekolah juga mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat dalam hal kesehatan kayak diberi KIS seperti masyarakat misalnya,” tuturnya.

Erly menambahkan, bahwa bukan hanya MI Muhammadiyah 2 Badas saja yang terdampak, melainkan juga beberapa sekolah lain yang berada di sekitar TPA.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah merupakan isu serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Mas Pipin, sapaan karib Khusnul Arif, menilai perlu adanya sistem pengelolaan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

“Kami menerima banyak keluhan soal TPA Sekoto, terutama akibat bau yang mengganggu aktivitas belajar anak-anak. Ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan mendorong pemerintah kabupaten atau provinsi dan dinas terkait terkait hal ini,” kata Mas Pipin.

Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah merupakan pekerjaan rumah bersama antara Pemkab Kediri dan Pemprov Jatim. Komisi D DPRD Jatim berkomitmen mengawal penyelesaian masalah tersebut.

“Dalam waktu dekat saya akan coba tinjau ke lokasi seperti apa permasalahannya, dan kira-kira nanti apa yang urgent di sana nantinya,” tegas Mas Pipin.

Pos terkait