Berkah Idulfitri, Omzet Penjualan Tahu Kuning Khas Kediri Naik hingga 3 Kali Lipat

Meteranews.co, Kota Kediri – Pada momen Hari Raya Idulfitri 1447 H, pusat oleh-oleh tahu di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri, diserbu pemudik dari berbagai daerah.

Lonjakan permintaan tahu takwa ini membuat omzet pelaku usaha tahu meningkat drastis hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Bacaan Lainnya

Salah satu pelaku perajin tahu takwa, Herman Budiono, yang tak lain merupakan pemilik usaha tahu Bah Kacung, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan sudah terasa sejak H+2 lebaran.

“Penjualan saat Lebaran ini meningkat, bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” ujar Herman, Kamis (26/3/2026).

Dalam kondisi normal, dirinya mampu mengolah kedelai sebanyak 1 kwintal yang setara 2000 potong per hari, yang pada momen lebaran kali ini meningkat hingga 3 kwintal atau setara 6000 potong tahu per hari.

Meski permintaan melonjak, harga tetap stabil, yakni Rp5.000 per potong atau Rp50.000 per bungkus (besek).

Menurut Herman, pembeli tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, bahkan hingga luar pulau.

“Biasanya mereka singgah ke sini untuk membeli oleh-oleh,” tambahnya.

Ia memprediksi puncak lonjakan pembelian terjadi pada H-3 hingga H+4 Lebaran, dan tren ramai diperkirakan masih akan berlangsung hingga satu minggu sampai 10 hari setelah hari raya.

Produk yang paling diminati pembeli antara lain tahu goreng, tahu kuning siap santap, serta olahan tradisional seperti ketuk pisang.

Salah satu pembeli, Ashifa, mengaku rutin membeli tahu Kediri setiap lebaran untuk oleh-oleh kerabat dari Yogyakarta yang mudik ke Kediri.

“Tadi beli tahu kuning dan ketuk pisang untuk oleh-oleh keluarga. Saya memang asli Kediri, jadi setiap ada kesempatan pasti beli untuk dibawa ke kerabat,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Icha pembeli asal Sidoarjo yang memilih tahu sebagai buah tangan karena sudah dikenal luas dan memiliki cita rasa khas.

“Kebetulan saya berkunjung ke saudara di Kediri, saya dari Sidoarjo. Ini beli dua besek untuk oleh-oleh saudara di rumah,” jelasnya.

Rumah produksi tahu takwa Bah Kacung merupakan salah satu perintis usaha tahu yang hingga saat ini bertahan. Usaha tahu Bah Kacung telah berdiri sejak 1912, dan kini dikelola Herman Budiono, generasi ketiga.

Herman Budiono sendiri mulai meneruskan usaha keluarga tersebut sejak 2008, melanjutkan tongkat estafet dari ayahnya, Seger Budi Santoso.

Pos terkait