Metaranews.co, Kabupaten Jember – BPJS Kesehatan menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya berfokus pada layanan pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan penyakit.
Salah satunya melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menyampaikan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan merupakan langkah preventif untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Layanan ini dapat diakses secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN, laman resmi BPJS Kesehatan www.bpjs-kesehatan.go.id, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, P-Care FKTP, maupun portal QR.
Yessy mendorong peserta JKN memanfaatkan layanan skrining tersebut, khususnya melalui Aplikasi Mobile JKN. Dengan mengetahui potensi risiko kesehatan sejak awal, peserta diharapkan dapat segera melakukan langkah pencegahan yang tepat.
“Kami mengimbau seluruh peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Pemeriksaan ini penting sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, stroke, kanker, dan lainnya,” ucap Yessy, Selasa (13/1/2026).
“Skrining riwayat kesehatan dilakukan setahun sekali bagi seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas, tujuannya untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang bisa menyerang kapan saja. Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi,” lanjutnya.
Apabila hasil skrining menunjukkan peserta berisiko mengidap penyakit kronis, BPJS Kesehatan akan mengarahkan peserta untuk berkonsultasi dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan peserta memperoleh pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
“Kami ingin peserta JKN tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatan. Dengan skrining, kita bisa mencegah penyakit kronis berkembang menjadi lebih serius. Jadi saat berobat ke FKTP, akan diingatkan petugas faskes untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan terlebih dahulu,” tuturnya.
“Kita bisa melakukannya dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN atau langsung di FKTP. Ini bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif,” imbuh Yessy.
Manfaat layanan skrining juga dirasakan langsung oleh peserta JKN. Nur Komariyah (38), karyawan salah satu perusahaan swasta di Jember, mengungkapkan bahwa upaya menjaga kesehatan dapat dilakukan secara mandiri melalui fitur Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN.
Ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat karena kesehatan merupakan fondasi utama untuk menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas.
“Fitur Skrining Riwayat Kesehatan sangat bermanfaat bagi peserta JKN untuk mengetahui adanya faktor risiko penyakit kronis di masa mendatang,” jelas Nur.
“Melalui skrining ini, kita bisa mengetahui risiko terhadap penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal, dan jantung koroner. Sebisa mungkin, saya memanfaatkan fitur ini agar terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Menurut Nur, proses pengisian Skrining Riwayat Kesehatan tergolong mudah dan praktis. Waktu yang dibutuhkan sekitar 5–10 menit dan dapat dilakukan kapan saja serta di mana saja.
Peserta cukup memilih pernyataan yang sesuai dengan kondisi kesehatan terkini. Setelah selesai, hasil skrining akan menunjukkan tingkat risiko terhadap penyakit kronis.
“Melalui skrining riwayat kesehatan ini, saya bisa berkonsultasi mengenai hasilnya dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar,” paparnya.
“Menurut saya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Meskipun penyakit kronis dijamin dalam Program JKN, sebaiknya tetap kita cegah sejak dini. Tidak ada kenikmatan yang melebihi anugerah berupa tubuh yang sehat,” sambung Nur.
Selain fitur skrining, Nur juga merasakan kemudahan layanan administrasi melalui Aplikasi Mobile JKN, terutama berkat sistem antrean online dan KIS Digital yang terintegrasi.
“Di dalam Aplikasi Mobile JKN ada fitur KIS Digital. Ketika saya ingin berobat, saya cukup mengambil nomor antrean online dari rumah. Kalau waktunya sudah dekat, saya baru ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
“Di sana, saya hanya perlu menunjukkan KIS Digital tersebut. Tidak perlu repot lagi kalau lupa membawa kartu fisik JKN. Semoga aplikasi ini terus dikembangkan dengan berbagai fitur baru yang ramah pengguna untuk memudahkan peserta JKN berobat maupun mengurus administrasi,” pungkas Nur.






