Metaranews.co, Kota Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mulai menggelar vaksinasi bagi calon jemaah haji sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci, Kamis (2/4/2026).
Vaksinasi dilaksanakan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, dan menyasar seluruh jemaah yang telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan atau istitha’ah.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendrik Supriyanto, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan prosedur wajib yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.
“Vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan imunitas atau kekebalan tubuh bagi para jemaah. Ini sangat penting untuk mencegah penularan penyakit selama menjalankan ibadah haji, mengingat jemaah dari seluruh dunia berkumpul di sana,” ujar Hendrik.
Ia menjelaskan, calon jemaah haji akan mendapatkan dua jenis vaksin utama, yakni meningitis dan polio.
Vaksin meningitis telah lama diterapkan untuk mencegah infeksi otak, sedangkan vaksin polio menjadi persyaratan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.
“Calon jemaah haji nanti mendapat dua vaksin utama, yakni vaksin meningitis dan vaksin polio,” imbuhnya.
Hendrik menambahkan, seluruh jemaah yang mengikuti vaksinasi merupakan mereka yang telah lolos pemeriksaan kesehatan tahap awal.
Status istitha’ah kesehatan kini telah terintegrasi dan dapat dipantau melalui aplikasi resmi pemerintah.
Pelaksanaan vaksinasi tidak dilakukan secara serentak dalam satu hari, melainkan dijadwalkan bertahap guna menghindari penumpukan.
Pada 2 April 2026, vaksinasi digelar di Puskesmas Campurejo, Pesantren 2, wilayah Kota Utara, dan Balowerti.
Selanjutnya, pada 7 April 2026 di Sukorame, Mrican, Pesantren 1, dan Ngletih. Sementara itu, pada 8 April 2026 diperuntukkan bagi wilayah Kota Selatan.
Dengan pelaksanaan vaksinasi ini, seluruh calon jemaah haji diharapkan berada dalam kondisi fisik prima serta terlindungi dari risiko penyakit menular selama menjalankan ibadah.
“Selain dua vaksin utama, jemaah juga diingatkan mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19 sebagai protokol kesehatan tambahan yang tetap diperhatikan,” pungkasnya.






