Metaranews.co, Kota Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memastikan fluktuasi harga serta ketersediaan bahan pangan di wilayahnya masih dalam kondisi relatif stabil.
Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya satu komoditas yang perlu mendapat perhatian serius, yakni minyak goreng.
Kepala DKPP Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menyampaikan hal tersebut usai melakukan monitoring rutin harga dan ketersediaan komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan hasil pantauan, sebagian besar komoditas pangan berada dalam tren stabil, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga. Meski demikian, terdapat komoditas yang menunjukkan kenaikan, yakni beras medium.
“Secara umum sebagian besar komoditas stabil turun, namun ada satu komoditas yakni beras medium yang mengalami sedikit kenaikan,” terangnya.
Selain beras medium, DKPP mencatat minyak goreng saat ini berada pada indikator waspada. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat serta harga minyak goreng di pasaran yang cenderung tinggi sejak pertengahan tahun lalu.
Terkait faktor cuaca, Un Achmad menegaskan tidak ada dampak signifikan terhadap distribusi maupun ketersediaan stok pangan di pasar.
Menurutnya, musim panen yang sedang berlangsung justru membantu menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan bagi masyarakat.
“Untuk komoditas seperti aneka cabai dan bawang merah memang kemarin sempat terganggu pasokannya, tapi saat ini sudah tidak berpengaruh besar karena untuk distributornya kita juga mengambil dari beberapa daerah sekitar wilayah Kota Kediri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Un Achmad menjelaskan stabilitas harga pangan juga ditopang oleh berbagai bentuk intervensi pemerintah, seperti penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta operasi pasar.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
DKPP Kota Kediri juga melakukan pemantauan harga dan stok secara rutin setiap hari guna mencegah kepanikan di tengah masyarakat.
“Monitoring kita lakukan harian, kita pantau, kita catat dan analisis untuk mengetahui indikatornya apakah aman atau waspada sehingga bisa menentukan langkah atau intervensi selanjutnya apabila diperlukan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di pasar per 15 Januari 2026, harga sejumlah komoditas tercatat relatif stabil.
Beras premium berada di kisaran Rp14.800 per kilogram, gula pasir Rp16.667 per kilogram, Minyakita Rp18.333 per liter, minyak goreng curah Rp17.700 per liter, daging sapi Rp112.500 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp31.333 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga. Beras medium naik menjadi Rp12.850 per kilogram dari sebelumnya Rp12.767 per kilogram. Daging ayam ras tercatat Rp34.333 per kilogram dari sebelumnya Rp34.667 per kilogram.
Kemudian telur ayam ras Rp27.667 per kilogram dari Rp28.167 per kilogram, bawang merah Rp31.333 per kilogram dari Rp32.000 per kilogram, bawang putih bonggol Rp33.333 per kilogram dari Rp34.000 per kilogram.
Berikutnya cabai merah besar Rp24.333 per kilogram dari Rp24.667 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp26.000 per kilogram dari Rp27.667 per kilogram.





