Metaranews.co, Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.
Bersama komunitas pencinta kereta api RF Pecel +63 Madiun, KAI menggelar kampanye dan sosialisasi antipelecehan seksual di lingkungan stasiun maupun kereta api.
Kampanye tersebut menyasar edukasi serta langkah preventif guna menekan potensi tindak kekerasan seksual di ruang publik.
Kegiatan juga melibatkan generasi muda komunitas sebagai bentuk partisipasi dalam aksi sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan itu, peserta melakukan penandatanganan petisi sebagai bentuk komitmen menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
Selain itu, mereka memberikan edukasi langsung kepada pelanggan serta membentangkan banner dan mockup berisi pesan kampanye antipelecehan seksual.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda agar berkontribusi secara nyata.
“Melalui kolaborasi dengan RF Pecel +63 Madiun, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyebarkan pesan positif,” ujar Tohari, Sabtu (9/5/2026).
“Kami mengedukasi pelanggan agar berani bersuara, berani melapor, dan tidak ragu meminta pertolongan apabila mengalami atau menyaksikan indikasi pelecehan seksual,” lanjutnya.
KAI juga menegaskan sikap nol toleransi terhadap segala bentuk tindakan asusila di lingkungan layanan kereta api.
Pelaku pelecehan seksual dipastikan akan mendapat sanksi tegas, baik kejadian berlangsung di area stasiun maupun di dalam kereta.
“KAI tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual,” tegasnya.
“Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi administratif tegas, termasuk masuk dalam daftar hitam (blacklist), sehingga tidak bisa menggunakan layanan KA dalam waktu tertentu hingga permanen,” imbuh Tohari.
Melalui edukasi tersebut, KAI berharap pelanggan memiliki kepedulian untuk saling menjaga keamanan dan tidak ragu bertindak apabila menemukan indikasi pelecehan seksual.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, KAI juga menghadirkan fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI.
Fitur tersebut memungkinkan pelanggan perempuan melihat posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekitarnya.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan akan terus menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu, tetapi juga menjunjung perlindungan serta rasa aman bagi seluruh pelanggan.






