‎Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Imbau Warga Antisipasi Sejak Dini

‎Kemarau 2026
Caption: Ilustrasi kekeringan. Doc: freepik

‎Metaranews.co, Kota Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur, termasuk Kediri, bakal lebih kering dari kondisi normal.

Berdasarkan rilis resmi BMKG, anomali ini dipicu dinamika atmosfer dan lautan.

Fenomena El Nino diperkirakan menguat pada paruh kedua 2026 dengan kategori lemah hingga moderat, yang berpotensi memangkas curah hujan secara signifikan sepanjang musim kemarau.

Prakirawan cuaca BMKG Dhoho Kediri, Ringga Tri Gusti Sukmadana, menegaskan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan yang berpotensi lebih panjang dari biasanya.

“Musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering akibat pengaruh El Nino,” ujarnya, Jumat (27//3/2026).

BMKG memperkirakan awal musim kemarau di Jawa Timur berlangsung pada April hingga Juni 2026, dengan mayoritas wilayah mulai memasuki fase kering pada Mei.

Adapun puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah.

Lebih jauh, BMKG mencatat sifat hujan selama musim kemarau 2026 didominasi kategori bawah normal, mencakup sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur. Artinya, curah hujan diperkirakan lebih rendah dari rata-rata tahunan.

Ringga mengingatkan, kondisi ini berpotensi menekan berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga kebencanaan.

“Dengan curah hujan yang lebih rendah, risiko kekeringan dan kebakaran lahan juga meningkat,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG merekomendasikan penyesuaian pola tanam, optimalisasi penampungan air hujan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih dan kebakaran hutan maupun lahan.

Pos terkait