Krisis Air Bersih, 114 KK di Kediri Bergantung Suplai Pemerintah

Air Bersih Kediri
Caption: BPBD Kabupaten Kediri melakukan droping air bersih di Dusun Tumpak Nongko, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Doc: BPBD Kabupaten Kediri

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sebanyak 345 warga dari 114 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kekurangan air bersih.

Ratusan KK tersebut berada di Dusun Tumpak Nongko, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo. Mereka sudah mengalami kekurangan air bersih sejak sepekan.

Alhasil, warga desa yang berlokasi di wilayah kaki Gunung Wilis menggantungkan air pasokan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Mulai kemarin kami sudah melakukan pengiriman air bersih ke Dusun Tumpak Nongko, dengan rumah warga 114 KK atau 345 jiwa,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, Jumat (26/7/2024).

Joko menuturkan, Dusun Tumpak Nongko, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, sudah termasuk dalam wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau seperti ini.

menurutnya, kekeringan tersebut terjadi karena debit air dari sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan warga aliran airnya terus menurun, imbas musim kemarau.

Bahkan, debit air itu tidak cukup lagi menutup kebutuhan harian warga.

“Karena memang dari dalam tanah tidak keluar air. Bahkan bantuan dari Pemprov Jatim membangun sumur dalam tidak berfungsi. Juga upaya desa dan Dinas Perkim pengecekan menggunakan geolistrik, karena ternyata di situ tidak ada sumber air sama sekali,” ungkapnya.

Joko melanjutkan, pihak BPBD Kabupaten Kediri akan terus melakukan dropping air bersih untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga.

“Sekali droping 16.000 liter sebanyak empat tangki kendaraan per hari,” pungkasnya.

Pos terkait