Metaranews.co, Kota Kediri – Sekitar 300 warga Kediri yang tergabung dalam Forum Tabayun melaksanakan salat Idulfitri lebih awal di Lapangan Futsal Sekartaji, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026) pagi.
Sekretaris Forum Tabayun Kota Kediri, Hadi Sasongko, menyatakan pelaksanaan salat Id lebih awal tersebut didasarkan pada metode rukyatul hilal global.
“Berdasarkan informasi yang kami terima pada pagi tadi pukul 03.00 WIB di Afganistan, Ghana, sudah terlihat hilal, maka kami akhirnya memutuskan untuk melaksanakan solat Id pagi ini,” jelas Hadi, Kamis (19/3/2026).
Ia menegaskan keputusan tersebut bukan tanpa dasar. Forum Tabayun, kata dia, berpegang pada dalil yang diyakini kuat dalam menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah.
“Landasan kami adalah hadis riwayat Bukhari nomor 1909. Intinya, jika hilal sudah terlihat oleh kaum muslimin di belahan bumi mana pun, maka itu menjadi dasar bagi kita semua untuk berbuka atau berhari raya,” terangnya.
“Tidak mungkin 1 Syawal itu dua kali, ketika hilal sudah terlihat, di mana pun umat Islam wajib melaksanakan salat Id,” ucap Hadi.
Menurut Hadi, selisih waktu antara Indonesia dengan negara yang telah melihat hilal tidak melebihi 24 jam, sehingga masih berada dalam satu siklus penanggalan yang sama.
Ia menambahkan, apabila hingga waktu subuh tidak ada laporan rukyat global yang valid, pihaknya akan mengikuti ketetapan 1 Syawal pada Jumat (20/3/2026).
Terkait perbedaan hari raya dengan mayoritas umat Islam lainnya, Hadi menilai hal tersebut sebagai konsekuensi dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Ia menyebut fenomena ini sebagai bagian dari dinamika dalam beragama.
“Saat terjadi perbedaan, kami memilih untuk menyesuaikan diri atau melaksanakan sendiri sesuai keyakinan kami,” katanya.
Lebih lanjut, Hadi menegaskan Forum Tabayun bukan organisasi kemasyarakatan keagamaan, melainkan komunitas diskusi yang membahas berbagai persoalan dalam Islam.
“Dalam komunitas ini kami mengkaji soal permasalah yang muncul salam islam mulai dari permasalahan sosial, tauhid, dan tentu Al-Quran dan Hadist,” pungkasnya.






