Ledakan Serbuk Petasan Hancurkan Rumah di Kandangan Kediri, Polisi Turunkan Tim Jibom

Kediri
Caption: Petugas saat melakukan olah TKP ledakan bahan baku petasan di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (16/3/2026). Doc: Ubai/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Sebuah rumah di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak parah akibat ledakan yang diduga berasal dari bahan baku petasan, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mengatakan rumah milik warga bernama M Yasin Nawawi mengalami kerusakan di sejumlah bagian akibat insiden tersebut.

Bacaan Lainnya

“Perlu kami sampaikan pada Minggu malam atau malam Senin telah terjadi ledakan di Kecamatan Kandangan. Untuk saat ini kami pastikan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, hanya berupa kerugian material,” jelas Joshua, Senin (16/3/2026).

Joshua menyebut, ledakan terjadi dua kali dengan jeda waktu kurang dari setengah jam.

“Ledakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, sekitar 20 menit dari ledakan pertama menyusul ledakan yang kedua, namun dari arah teras depan. Pemilik rumah pun langsung meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Setelah ledakan kedua, petugas kepolisian menerima laporan warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tim Penjinak Bom (Jibom) turut diterjunkan untuk melakukan proses sterilisasi di lokasi, guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di sekitar TKP.

“Tim penjinak bom telah melakukan proses sterilisasi di lokasi untuk mengamankan kemungkinan adanya bahan-bahan peledak yang masih tertinggal,” ujar Joshua.

Menurut Joshua, di lokasi kejadian ditemukan sebuah plastik berwarna hitam dari paket belanja daring dengan keterangan isi booster kelengkeng.

Namun, paket yang bertuliskan nama produk Pupuk Ampuh Booster Kelengkeng itu tidak sesuai dengan alamat penerimanya.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kepolisian akan bekerja sama dengan tim dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Timur.

Tim tersebut akan membantu melakukan analisis forensik terhadap barang bukti dan kondisi di lokasi kejadian.

Joshua menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus ini, kepolisian mengedepankan metode pembuktian ilmiah atau scientific crime investigation.

“Dengan bantuan teknis dari Bidlabfor Polda Jatim bersama tim identifikasi Satreskrim, kami akan melakukan olah TKP lanjutan terkait proses pembuktian secara ilmiah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait status pemilik rumah, polisi menyebut hingga kini masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi serta analisis forensik. Hasilnya nantinya akan dibahas melalui gelar perkara untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

“Untuk status pemilik rumah masih kami dalami. Setelah pemeriksaan saksi-saksi dan analisa forensik selesai, nantinya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut,” pungkasnya.

Pos terkait