Lirboyo Didorong Jadi Tuan Rumah Muktamar NU, Begini Tanggapan Pengasuh

Lirboyo
Caption: Gus Yahya saat sowan ke Lirboyo bertemu dengan KH Anwar Mansyur. Doc: Tangkapan layar video akun TikTok @themuktamar

Metaranews.co, Kota Kediri – Sebuah video yang memperlihatkan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, berada dalam satu lokasi bersama KH Anwar Mansyur beredar luas di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh akun TikTok @themuktamar.

Dalam video itu, Gus Yahya, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa KH Nurul Huda Djazuli berharap Muktamar NU ke-35 digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Bacaan Lainnya

Diutus ngaturaken teng njenengan bilih Yai Dah meniko pengen Muktamar mangke dateng pondok (Saya diminta menyampaikan bahwa Kiai Dah ingin Muktamar NU dilangsungkan di Pondok Pesantren),” ujar Gus Yahya, Selasa (7/4/2026).

Lajeng dawuh, pondok ning Indonesia iki sing sik kroso bobot e Lirboyo (kemudian Kiai Dah berkata bahwa pondok di Indonesia ini yang masih terasa bobotnya ya di Lirboyo),” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pondok Pesantren Lirboyo menyampaikan apresiasi atas berbagai usulan yang mencuat terkait penunjukan Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Sohib, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan resmi yang diterima pihaknya. Akibatnya, pembahasan secara khusus di internal pondok pun belum dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mengusulkan Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Namun sampai sekarang belum ada permintaan resmi, sehingga kami juga belum membahasnya secara khusus dalam forum internal,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap Nahdlatul Ulama menjadi landasan kuat apabila amanah tersebut benar-benar diberikan.

“Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap Jam’iyah NU, apabila nantinya benar-benar ditunjuk, insyaallah kami siap untuk melaksanakan amanah tersebut,” imbuhnya.

Lirboyo bukan nama baru dalam sejarah penyelenggaraan Muktamar NU. Pesantren yang berlokasi di Kota Kediri ini pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1999.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting, ditopang oleh sarana dan prasarana yang kini dinilai semakin memadai.

“Dari sisi pengalaman, Lirboyo pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU tahun 1999. Saat ini, alhamdulillah, sarana dan prasarana juga relatif lebih siap,” jelasnya.

Terkait kepastian tuan rumah Muktamar NU ke-35, pihak Lirboyo menegaskan masih menunggu keputusan resmi yang akan ditetapkan dalam forum Konferensi Besar (Konbes) NU.

“Keputusan resmi tentu kita semua menunggu hasil Konbes yang menurut informasi akan digelar pada bulan April ini,” pungkasnya.

Pos terkait