Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) asal Desa Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, tercatat sebagai jemaah haji tertua se-Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, mengatakan perempuan tersebut bernama Marsiah, yang kini telah berusia lebih dari satu abad.
“Jamaah yang usianya paling tua yakni Ibu Marsiah dari Semen. Usia beliau 104 tahun, beliau menjadi jamaah haji tertua se-Indonesia. Ini sangat positif sekali, semangat beliau di usianya sekarang masih semangat untuk melaksanakan ibadah haji,” ujar Kholiq, Rabu (8/4/2026).
Kholiq menjelaskan, Marsiah merupakan ibu dari lima anak dan sehari-hari berprofesi sebagai penjual jenang (bubur). Di usianya yang telah melampaui 100 tahun, Marsiah masih tampak sehat dan komunikatif saat diajak berbincang.
Marsiah mendaftar haji pada 2021.
“Saya Jualan bubur, untungnya dikumpulkan. Cita-citanya nanti kalau sudah terkumpul, ingin digunakan untuk ke Mekkah ( ibadah haji),” tutur Marsiah.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Marsiah – yang ditemani salah satu putrinya – mengaku rutin berjalan di sekitar rumah.
Ia menyebut tidak memiliki keluhan kesehatan yang berarti, hanya sesekali merasakan linu pada lutut. Soal makanan, ia juga tidak memiliki pantangan.
“Jalan ke belakang. Tapi hanya kadang-kadang, kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya tidak,” kata Marsiah.
Sementara itu, jemaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 19–20 Mei 2026. Titik kumpul pemberangkatan, sesuai rencana, tetap berada di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.
Selain itu, terdapat 62 orang dalam kuota cadangan yang berpeluang berangkat jika ada jemaah yang mengundurkan diri, meninggal dunia, atau mengalami pembatalan lainnya. Jemaah haji Kabupaten Kediri akan tergabung dalam kloter 109, 110, 111, dan 112.
“Insyaallah tetap sebagaimana biasanya, kita akan melalui halaman Pemkab Kediri. Walaupun dalam kondisi perbaikan mudah-mudahan tidak ada masalah karena memang ini sangat strategis sekali untuk titik pemberangkatan,” ucap Kholiq.
Terkait kondisi keamanan global, pihaknya menegaskan fokus utama tetap pada kesiapan jemaah haji asal Kabupaten Kediri.
“Sesuai yang dijadwalkan dari Kemenhaj. Mudah-mudahan, semuanya kita berdoa tidak ada kendala karena semua sudah ready. Kita tinggal berangkat dan semua jamaah sudah ini jiwanya menggebu-gebu untuk segera berangkat menuju Tanah suci,” pungkas Marsiah.






