Metaranews.co, Kota Kediri – Musim pancaroba yang diperkirakan berlangsung sepanjang Maret hingga April 2026.
Hal tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menaikkan status kewaspadaan, dalam menghadapi ancaman pohon tumbang di sejumlah titik rawan.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pancaroba tahun ini berpotensi memicu hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko tumbangnya pohon, terutama di kawasan dengan dominasi pohon tua.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menegaskan pihaknya telah memetakan wilayah rawan dan menjalankan langkah mitigasi.
Kawasan Kediri bagian tengah dan barat menjadi prioritas pengawasan, karena banyak ditumbuhi pohon berusia tua dengan perakaran yang tidak kuat.
“Wilayah tengah dan barat ini cukup rawan, karena banyak pohon tua yang akarnya tidak kuat menahan terpaan angin kencang,” ujarnya saat memantau pemotongan pohon tumbang di Jalan Kapten Tendean, Kota Kediri, Senin (30/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi, DLHKP melakukan pemangkasan hingga penebangan pohon yang berpotensi membahayakan.
Pada Senin (30/3/2026), petugas mengeksekusi pemotongan di dua titik, yakni Jalan Kapten Tendean dan kawasan Taman Ngronggo, menyusul terjangan angin kencang.
Tak hanya bergerak di lapangan, DLHKP juga membuka jalur pengaduan bagi masyarakat. Warga dapat melaporkan pohon rawan tumbang melalui call center 112 maupun pengajuan resmi, baik dari perorangan maupun instansi.
Indun memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat, terutama jika pohon dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan atau bangunan di sekitarnya.
Untuk mempercepat respons, personel DLHKP disiagakan penuh selama 24 jam. Tim lapangan juga rutin melakukan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan yang telah dipetakan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama pancaroba dan segera melapor jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang, guna mencegah dampak yang lebih besar.






