Pasangan Kumpul Kebo yang Diduga Salahgunakan Sabu Digerebek di Kos Kecamatan Pesantren Kediri

Kediri
Caption: Aparat gabungan menggerebek pasangan kumpul kebo di rumah kos Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Doc: Ubai/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Aparat gabungan menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah rumah kos di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati pasangan bukan suami istri di dalam kamar kos yang diduga terlibat penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu.

Bacaan Lainnya

Sidak dilakukan oleh Satpol PP Kota Kediri bersama BNN Kota Kediri, serta Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri.

Kepala Satpol PP Kota Kediri, Paulus Luhur Budi, mengatakan bahwa saat penggerebekan keduanya tidak dapat menunjukkan dokumen pernikahan.

Meski demikian, penanganan pelanggaran norma tersebut masih mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami tidak langsung menerapkan sanksi pidana ringan, yang bersangkutan kami lakukan pembinaan terlebih dahulu. KTP kami amankan sementara, dan diminta melengkapi bukti administrasi pernikahan,” jelasnya.

Namun, persoalan tidak berhenti pada dugaan pelanggaran norma. Dalam pemeriksaan lanjutan, tim BNN Kota Kediri menemukan barang yang terindikasi Narkotika jenis sabu-sabu beserta alat hisap.

Menindaklanjuti temuan itu, petugas BNN langsung melakukan penggeledahan lanjutan guna mencari kemungkinan barang bukti lain, serta menelusuri dugaan keterkaitan dengan jaringan peredaran Narkoba.

Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, membenarkan adanya dugaan penyalahgunaan narkoba tersebut, tetapi enggan merinci lebih jauh.

“Temuan ini terindikasi penyalahguna Narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri, Ayub Hidayatullah, menegaskan sidak tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung DPRD terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan kebijakan pemerintah selama Ramadan.

“Sidak ini kami lakukan untuk memastikan ketertiban umum benar-benar dijaga. Ramadan harus menjadi momentum menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan saling menghormati,” ujarnya.

Pos terkait