Pascakericuhan Agustus 2025, Pemkot Kediri Pasang CCTV di Titik Blind Spot

Kediri
Kredit foto: Joe Gadd/Unsplash

Metaranews.co, Kota Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memperkuat sistem pengawasan keamanan di kawasan Balai Kota, menyusul aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan pada akhir Agustus 2025 lalu.

Langkah konkret yang diambil adalah pemasangan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik yang selama ini luput dari pantauan.

Bacaan Lainnya

Sebanyak enam unit CCTV direncanakan dipasang di area yang dikategorikan sebagai blind spot.

Titik pemasangan tersebar di dua ruas jalan utama, yakni Jalan Basuki Rahmad di Kelurahan Dandangan dan Jalan Kartini di Kelurahan Pocanan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri, Ronny Yusianto, mengatakan pemasangan CCTV tersebut ditargetkan terealisasi pada 2026.

“Kami akan memasang enam CCTV di tahun 2026 ini, masing-masing di Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Kartini,” jelas Ronny, Senin (26/1/2026).

Ronny menuturkan, penentuan lokasi pemasangan didasarkan pada hasil evaluasi keamanan wilayah. Selama ini, kedua ruas jalan tersebut belum terjangkau sistem pemantauan visual.

“Di kedua jalan ini dipasang karena merupakan titik blind spot yang belum ada kamera pemantau,” ujarnya.

Ia menambahkan, kericuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan di kawasan strategis, khususnya di sekitar pusat pemerintahan.

“Pengalaman dulu ada kerusuhan di akhir Agustus 2025, dan di titik itu memang tidak ada kamera pemantau,” ungkap Ronny.

Menurutnya, keberadaan CCTV diharapkan mampu membantu aparat dan pemerintah daerah dalam memantau situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mempercepat respons apabila terjadi potensi gangguan.

“Tujuan utama pemasangan ini lebih ke memantau kondisi kamtibmas di daerah tersebut,” tuturnya.

Pos terkait