Penumpang Naik 55 Persen, Bandara Dhoho Kediri Siagakan Posko Lebaran Selama 18 Hari

Kediri
Caption: General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menjelaskan kesiapan pengamanan dan layanan Bandara Dhoho Kediri menjelang mudik Lebaran 1447 H, Jumat (13/3/2026). Doc: Ubaidhillah/Metaranews.co

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai diantisipasi pengelola Bandara Dhoho Kediri.

Bandara yang baru beroperasi ini mendirikan Posko Angkutan Lebaran untuk memastikan operasional penerbangan tetap terkendali, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

Posko tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Langkah tersebut diambil untuk memperkuat koordinasi layanan penerbangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, mengatakan keberadaan posko menjadi pusat kendali untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah peningkatan jumlah penumpang.

“Bandara Dhoho Kediri berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara selama periode Lebaran,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

“Melalui Posko Angkutan Lebaran, kami memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan operasional bandara berjalan optimal,” lanjutnya.

Menurut Rahmat, posko akan difungsikan sebagai pusat koordinasi layanan dan operasional bandara, dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Melalui sistem pemantauan terpadu, setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera direspons.

“Posko Angkutan Lebaran akan berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan dan operasional bandara. Melalui posko ini, pemantauan kondisi operasional dan pelayanan penumpang dapat dilakukan secara terpadu selama periode angkutan Lebaran,” katanya.

Berdasarkan proyeksi operasional, jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 3.375 orang.

Angka tersebut melonjak sekitar 55 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 22 penerbangan selama masa posko.

“Pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 3.375 penumpang, atau meningkat sekitar 55 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025,” ucap Rahmad.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat melakukan perjalanan menjelang hari raya.

Untuk mendukung kelancaran layanan, pengelola bandara menyiapkan 184 personel gabungan yang terdiri dari 117 personel internal dan 67 personel eksternal.

“Untuk mendukung kelancaran layanan, kami menyiapkan 184 personel yang terdiri dari 117 personel internal dan 67 personel eksternal. Seluruh petugas akan bekerja secara bergiliran guna menjaga stabilitas operasional selama periode angkutan Lebaran,” tuturnya.

Selain kesiapan sumber daya manusia, Rahmad memastikan fasilitas operasional bandara berada dalam kondisi optimal.

“Pengawasan operasional dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC), guna menjamin koordinasi yang lebih efektif selama puncak pergerakan penumpang,” pungkasnya.

Pos terkait