Metaranews.co, Kota Surabaya – Memanasnya konflik di Timur Tengah yang memicu isu penutupan Selat Hormuz sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Jalur laut strategis tersebut diketahui menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen minyak global, sehingga gangguan di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok energi internasional.
Di tengah situasi geopolitik tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) tetap aman selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026, termasuk untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan Pertamina memiliki stok yang cukup menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.” jelas Ahad, Kamis (12/3/2026).
Ia juga memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi bahan bakar jenis gasoline selama periode tersebut.
“Proyeksi konsumsi BBM selama periode Satgas diperkirakan meningkat sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal 18.430 kiloliter per hari untuk jenis gasoline. Peningkatan ini seiring dengan naiknya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan,” kata Ahad.
Sementara itu, konsumsi gasoil diperkirakan justru menurun sekitar 9,8 persen dari konsumsi normal harian 8.805 kiloliter. Penurunan ini dipicu berkurangnya aktivitas industri selama masa libur panjang Lebaran.
Tak hanya BBM, kebutuhan energi rumah tangga juga diprediksi meningkat. Konsumsi minyak tanah diperkirakan naik 7,3 persen dari rata-rata normal 375 kiloliter per hari. Sedangkan LPG meningkat sekitar 3,5 persen dari rata-rata 6.567 metrik ton per hari.
Selain memastikan ketersediaan BBM dan LPG, Pertamina juga menjamin pasokan Avtur bagi penerbangan di 15 bandara yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Untuk sektor aviasi, kami telah menyiapkan pasokan Avtur dengan kapasitas yang memadai, terutama mengingat tingginya volume penerbangan selama arus mudik dan arus balik,” ujar Ahad.
Meski demikian, konsumsi Avtur diprediksi turun sekitar 6,1 persen dari rata-rata normal harian 3.316 kiloliter. Penurunan ini dipengaruhi tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai serta pembatalan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah.
Untuk memastikan layanan energi tetap optimal, Pertamina mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang dimiliki, mulai dari 1.482 SPBU, 900 Pertashop, hingga 1.296 agen LPG di wilayah Jatimbalinus.
Selain itu, disiapkan pula 644 SPBU Siaga yang beroperasi 24 jam dan 1.040 agen LPG Siaga.
Pertamina juga menghadirkan sembilan titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 36 unit motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang bersifat mobile untuk menjangkau kawasan permukiman hingga jalur wisata.
Di jalur padat perjalanan, Pertamina menyiagakan 17 mobil tangki sebagai kantong suplai tambahan.
Sementara bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat, tersedia tiga unit Serambi MyPertamina di rest area dan pusat keramaian dengan fasilitas ruang istirahat, nursery, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak.
”Sistem pemantauan pasokan energi juga dilakukan secara real-time melalui command center Satgas guna memastikan suplai dapat segera ditambah jika terjadi lonjakan permintaan di lapangan,” katanya.
Ahad mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar sebelum memasuki jalur padat perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat mengisi BBM sejak awal sebelum memasuki jalur padat serta memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk mengetahui lokasi layanan dan promo yang tersedia,” pungkasnya.






