Metaranews.co, Kota Kediri – Jika umumnya polisi identik dengan penegakan hukum, sosok yang satu ini justru dikenal karena kepeduliannya pada kesehatan warga.
Adalah Aiptu Ony Kristiyan, KaSPKT Polsek Kediri Kota, yang selama bertahun-tahun membantu masyarakat melalui pengobatan alternatif dengan metode energi alam.
Terapi yang dilakukan Aiptu Ony diberikan secara cuma-cuma, tanpa pungutan biaya.
Ia mengaku telah hampir delapan tahun konsisten membuka layanan terapi energi alam gratis bagi masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu dan lanjut usia.
“Saya hampir delapan tahun konsisten membuka layanan terapi energi alam secara gratis bagi masyarakat,” ujar Ony di sela-sela kegiatan terapi, Selasa (3/2/2026).
Ony menuturkan, ketertarikannya pada metode tersebut bermula dari kegelisahan saat mendampingi kegiatan Pramuka.
Kala itu, ia kerap menemui anak-anak yang mengalami kesurupan atau gangguan kesehatan saat kegiatan lapangan, sementara dirinya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membantu.
Tanpa latar belakang medis dan tanpa niat awal menjadi terapis, Ony kemudian mengenal terapi energi alam.
Metode ini memanfaatkan energi alam di sekitar tubuh untuk membantu proses relaksasi dan pemulihan, tanpa sentuhan fisik, tanpa obat-obatan, serta tanpa ritual tertentu.
“Awalnya saya hanya bingung bagaimana membantu anak-anak kalau ada yang kesurupan atau tiba-tiba drop saat kegiatan. Saya benar-benar tidak punya ilmu apa-apa,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, metode tersebut ia praktikkan kepada keluarga dan teman.
Saat aktif melakukan sambang warga dalam tugas kepolisian, Ony melihat langsung banyak warga lanjut usia dan kurang mampu yang hidup sendiri, sakit, dan kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Kondisi itu membuatnya tergerak untuk memperluas layanan terapi secara sukarela. Kini, Aiptu Ony rutin menggelar terapi di berbagai wilayah, termasuk di kawasan Semampir.
Antusiasme warga terus meningkat, hingga akhirnya kegiatan terapi gratis tersebut digelar secara rutin di aula Polsek Kediri Kota yang dinilai lebih nyaman.
Dalam setiap kesempatan, Ony selalu menegaskan bahwa terapi energi alam bukan untuk menggantikan pengobatan medis, melainkan sebagai pendamping untuk membantu proses penyembuhan melalui ketenangan batin dan pola pikir positif.
“Kesembuhan itu rahasia Tuhan. Tugas kami hanya berusaha dan membantu,” tegasnya.
Setiap sesi terapi diikuti sekitar 20 hingga 60 peserta, mayoritas berusia di atas 50 tahun. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya.
Kegiatan ini pun mendapat dukungan dari pimpinan Polri setempat dan dinilai sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.






