Polisi Ringkus Peracik Petasan Berujung Petaka di Kediri, 3 Korban Alami Luka Berat hingga Diamputasi

Kediri
Caption: Polres Kediri meringkus terduga pelaku ledakan petasan yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka berat di Krecek, Kabupaten Kediri. Doc: Polres Kediri

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Polres Kediri meringkus terduga pelaku ledakan petasan yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka berat di pekarangan kebun bambu Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/3/2026) itu menimbulkan dampak fatal bagi para korban.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua P Krisnawan, menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan setelah serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi.

“Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahan peledak atau mercon tersebut dibeli dan diracik oleh tersangka,” ujar Joshua, Jumat (3/4/2026).

Ledakan terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di pekarangan kebun bambu milik warga.

Saksi mendengar dentuman keras yang disusul beberapa ledakan kecil, kemudian menemukan salah satu korban dalam kondisi luka berat sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka bakar serius. Dua di antaranya bahkan mengalami trauma amputasi pada bagian tangan dan kaki. Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS HVA Tulungrejo, Pare.

Joshua menambahkan, seusai kejadian, tersangka sempat membantu membawa korban ke rumah sakit. Namun, ia kemudian melarikan diri.

Petugas segera melakukan pelacakan hingga akhirnya berhasil mengetahui keberadaan tersangka.

“Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka MNB (22) berhasil diamankan pada Selasa (31/3/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Joshua.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui membeli bahan petasan secara daring dan meraciknya bersama para korban sebelum ledakan terjadi.

Saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong, tersangka sempat meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, ledakan pun terjadi.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain mercon aktif, selongsong petasan, sumbu, bubuk mercon, pipa paralon, serta peralatan yang diduga digunakan untuk meracik bahan peledak.

Selain itu, dua unit telepon genggam yang diduga terkait pembelian bahan juga turut diamankan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau meracik bahan peledak secara mandiri karena sangat berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa,” tegas Joshua.

Pos terkait