Metaranews.co, Kabupaten Jember – Rute penerbangan Jember–Jakarta kembali aktif setelah sempat berhenti. Penerbangan perdana bersama maskapai FlyJaya berlangsung pada Selasa (13/1/2026).
Penerbangan tersebut dijadwalkan beroperasi secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis, menggunakan pesawat jenis ATR tipe 72-500.
Pesawat diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 11.30 WIB dan dijadwalkan lepas landas dari Bandara Notohadinegoro, Jember, pukul 14.15 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyebutkan bahwa penerbangan perdana tersebut mencatat tingkat keterisian penuh dengan jumlah penumpang mencapai 70 orang.
Pada hari yang sama, pengisian bahan bakar pesawat (refueling) juga sudah dapat dilakukan langsung di Bandara Notohadinegoro menggunakan truk refueler.
“Alhamdulillah, (refueling ini, red) berkat bantuan Bapak Kawendra, anggota DPR RI Komisi 6 Dapil Jember – Lumajang,” jelas Gatot, Selasa (13/1/2026).
“Atas bantuan beliau, Pertamina Patra Niaga bisa melaksanakan refueling di Bandara Notohadinegoro, sehingga berdampak pada kami yaitu bisa meningkatkan kapasitas penumpang,” lanjutnya.
Gatot juga memaparkan bahwa harga tiket penerbangan dari Bandara Notohadinegoro, Jember, berada di kisaran Rp1,4 juta, sementara dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar Rp1,5 juta.
“Penerbangan ini InsyaAllah berkelanjutan, makanya perlu dukungan dari masyarakat Jember semua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, yang berada di lokasi yang sama, menyatakan optimisme terhadap keberlanjutan rute penerbangan tersebut.
Ia menilai jumlah penumpang pada hari pertama menjadi indikator awal yang positif, sekaligus menyampaikan bahwa proses terkait rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Notohadinegoro tengah berjalan.
“Soal runway kita sudah berdiskusi dengan DPR RI, IsyaAllah kita sudah berproses itu biar nanti waktu yang membuktikannya,” katanya.
Ardi juga menyinggung realisasi pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Notohadinegoro sebagai contoh langkah konkret.
“Jadi kita ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kita tidak hanya berandai, semua itu pasti terjadi untuk memperpanjang Runway,” tutup Ardi.






