Safari Ramadan Ditutup di Ponpes Al Ubaidah, Bupati Nganjuk Serap Aspirasi hingga Beri Layanan Gratis

Nganjuk
Caption: Kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Senin (16/3/2026). Doc: Ponpes Al Ubaidah Kertosono

Metaranews.co, Kabupaten Nganjuk – Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi tuan rumah penutupan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

Kegiatan menjelang akhir bulan suci itu dihadiri Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda pada Senin (16/3/2026) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini digelar merata di seluruh kecamatan.

Semula dijadwalkan di 20 kecamatan, namun kegiatan ini bertambah satu titik di Kecamatan Kertosono sehingga total menjadi 21 lokasi.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, sebagai sarana sosialisasi program pemerintah daerah agar masyarakat memahami arah kebijakan yang telah dan akan dijalankan.

“Kami menyampaikan sosialisasi program pemerintah supaya masyarakat tahu persis apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” ujar Kang Marhaen.

Kedua, Safari Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk dari kalangan pondok pesantren.

Dengan dialog tersebut, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Di sinilah tempat untuk berdiskusi, menyerap aspirasi masyarakat agar pemerintah dan masyarakat, khususnya pondok pesantren, bisa saling selaras,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Kang Marhaen mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membina spiritual dan karakter generasi muda.

Ia menambahkan, pendidikan pesantren merupakan pelengkap pendidikan umum, terutama dalam pembentukan karakter dan nilai keagamaan.

“Pendidikan umum memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan dari pondok pesantren anak-anak mendapat pendidikan karakter dan tradisi keagamaan. Jika keduanya berjalan seiring, maka cita-cita kita membentuk SDM yang berkualitas bisa terwujud,” ujarnya.

Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kang Marhaen menilai silaturahmi menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan keberkahan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Nganjuk menghadirkan layanan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat.

“Di Nganjuk saat ini sudah UHC, seluruh masyarakat sudah diasuransikan melalui BPJS Kesehatan. Namun kami tetap menghadirkan pelayanan kesehatan dan dukcapil agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan, seperti pengurusan KTP maupun KK,” jelasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyambut positif pelaksanaan Safari Ramadan di pesantren yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang dinantikan.

“Tahun ini kami merasa sangat senang dan bangga karena dihadiri langsung oleh orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Nganjuk beserta jajaran pejabat lainnya,” tuturnya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah. Menurutnya, pesantren tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.

“Kami tidak berdiri sendiri. Apa pun yang kami miliki akan terasa kecil jika tidak didukung oleh komponen lain, khususnya pemerintah setempat,” katanya.

Habib Ubaidillah berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat upaya mencetak generasi santri yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama.

Ia juga menilai Safari Ramadan membawa dampak positif dalam menumbuhkan rasa kebangsaan dan ukhuwah.

“Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan ukhuwah yang kuat. Para santri memahami bahwa Indonesia adalah negaranya dan harus didukung sepenuhnya,” tuturnya.

Habib Ubaidillah berharap berbagai program pemerintah dapat terus memberi manfaat dan keberkahan, khususnya bagi kalangan santri di Kabupaten Nganjuk.

Pos terkait