Simpang Tiga Mengkreng Kediri Darurat Macet

Simpang Tiga Mengkreng
Caption: Tim Korlantas Polri saat meninjau Simpang Tiga Mengkreng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Kamis (5/2/2026). Doc: Polres Kediri

Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Tim Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meninjau langsung Simpang Tiga Mengkreng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Kamis (5/2/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas menjelang Operasi Ketupat 2026, khususnya menghadapi arus mudik dan balik Lebaran.

Bacaan Lainnya

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol Priyanto, menyebut Simpang Tiga Mengkreng sebagai salah satu titik rawan kemacetan serius akibat tingginya intensitas perjalanan kereta api yang melintas setiap hari.

“Kita bisa melihat langsung di Simpang Tiga Mengkreng ini, kendaraan semuanya mengantre. Setelah paparan dari Kasat Lantas Polres Kediri, kami lakukan evaluasi. Intinya perlintasan ini terlalu sering dilintasi kereta api,” ujar Priyanto.

Berdasarkan hasil pemantauan, perlintasan kereta api di kawasan tersebut dilalui sekitar 34 perjalanan kereta api setiap hari.

Frekuensi yang tinggi ini menyebabkan palang pintu rel kerap tertutup dan berdampak pada antrean kendaraan yang mengular panjang.

“Dalam satu hari bisa dilalui sekitar 34 perjalanan kereta api. Bisa dibayangkan betapa seringnya penutupan perlintasan. Oleh karena itu, kami dari Korlantas Polri bersama Jasa Raharja Pusat meninjau langsung lokasi ini,” jelasnya.

Priyanto menegaskan bahwa kemacetan di Simpang Tiga Mengkreng bukan persoalan baru, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi tuntas. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan terobosan konkret melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap ke depan ada terobosan-terobosan agar perlintasan ini menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan,” tuturnya.

“Salah satunya melalui forum diskusi atau forum bersama, kemudian dari situ diambil kesimpulan dan keputusan langkah apa yang harus dilakukan,” lanjut Priyanto.

Ia menekankan, penanganan persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada Polri semata. Diperlukan keterlibatan pengelola jalan nasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dinas Perhubungan, hingga pemerintah daerah.

“Masalah ini sudah berlangsung tahunan. Setiap tahun kita menghadapi persoalan yang sama. Mengapa tidak kita ambil solusi bersama? Terlebih sebentar lagi kita akan melaksanakan pengamanan Lebaran 2026,” tegas Priyanto.

Lebih lanjut, Priyanto berharap keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat kembali terulang pada tahun ini dengan sinergi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan.

“Pengamanan Lebaran 2025 berjalan sukses dan kita mendapatkan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia serta kementerian dan lembaga terkait. Kesuksesan itu kita harapkan bisa terulang kembali pada Lebaran 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi menilai Simpang Tiga Mengkreng sebagai jalur dengan kompleksitas lalu lintas yang sangat tinggi, dan membutuhkan perhatian serius.

“Setelah kita melihat langsung di lapangan, jalur ini memang luar biasa dan membutuhkan perhatian khusus. Satu jalur yang dilalui lebih dari 30 kali perjalanan kereta api dalam satu hari ini mungkin satu-satunya di Indonesia,” ucap Ariyandi.

Ariyandi berharap penanganan serius dapat segera dilakukan agar kemacetan tidak semakin parah dan risiko kecelakaan dapat ditekan.

“Kami berharap ke depan arus lalu lintas bisa lebih lancar, sehingga pengguna jalan dapat sampai ke tujuan dengan selamat. Terima kasih kami sampaikan kepada Korlantas Polri dan seluruh stakeholder atas kerja sama yang telah terjalin,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Mega Satriatama, menjelaskan bahwa kunjungan Tim Korlantas Polri merupakan bagian dari asesmen terhadap titik-titik trouble spot di wilayah Kediri dan sekitarnya.

“Di wilayah Mengkreng tercatat 34 kali perjalanan kereta api melintas setiap hari, sementara di perlintasan Bandar tercatat sebanyak 52 perjalanan kereta api,” kata Mega.

Berdasarkan analisis dan evaluasi tersebut, Satlantas Polres Kediri mengusulkan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pelebaran jalan dan pembangunan flyover guna menunjang kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Mega menegaskan, realisasi solusi tersebut membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh instansi terkait, mulai dari PT KAI, pemerintah provinsi, hingga Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Terkait kesiapan personel, Satlantas Polres Kediri telah menyiagakan petugas di Pos Mengkreng setiap hari. Sebanyak tujuh personel disebar dalam tiga shift untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kelancaran lalu lintas di wilayah Mengkreng,” sebutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Korlantas Polri didampingi perwakilan Dinas Perhubungan, PT Jasa Raharja, serta Kasat Lantas dari wilayah Jombang, Nganjuk, Kediri Kota, Tulungagung, dan Trenggalek.

Pos terkait