Sopir Bus Harapan Jaya yang Alami Kecelakaan di Kediri Negatif Narkoba, Dugaan Rem Blong Tunggu Uji Dishub

Kediri
Caption: Sopir bus Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan beruntun di Simpang Empat Muning, Kota Kediri, saat menjalani tes urine. Doc: Polres Kediri Kota

Metaranews.co, Kota Kediri – Pihak kepolisian memastikan pengemudi bus antarkota Harapan Jaya yang terlibat kecelakaan beruntun di Simpang Empat Muning, Kota Kediri, dinyatakan negatif Narkoba, dan seluruh kelengkapan administrasi kendaraan masih berlaku.

Namun, dugaan gangguan pada sistem pengereman masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, Minggu (25/1/2026).

Yudho menegaskan, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kecelakaan yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) sore.

“Dari hasil pemeriksaan, sopir bus dinyatakan negatif Narkoba. Pemeriksaan urin dilakukan di ruangan saya dengan mendatangkan petugas dari RS Bhayangkara,” jelasnya.

“Sedangkan untuk kelengkapan kendaraan seperti KIR, SIM, dan STNK semuanya masih berlaku,” lanjut Yudho.

Meski demikian, kepolisian belum menarik kesimpulan terkait penyebab teknis kecelakaan. Dugaan awal adanya gangguan pada sistem pengereman akan ditelusuri melalui pemeriksaan khusus oleh Dishub.

“Dishub akan melakukan pemeriksaan penuh apakah kendaraan tersebut mengalami rem blong atau tidak pada Senin besok, sekaligus akan dilakukan gelar perkara,” ujar Yudho.

Kecelakaan terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Raya Semeru, tepatnya di Simpang Empat Muning, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.

Insiden tersebut merupakan kecelakaan beruntun depan-belakang yang melibatkan tujuh kendaraan, terdiri atas satu unit bus, satu mobil penumpang, dan lima motor.

Bus yang terlibat merupakan Hino Harapan Jaya berwarna oranye-kuning dengan nomor polisi AG-7762-UT.

Kendaraan lain yang terdampak yakni Toyota Avanza AG-1925-BR, motor Yamaha Mio AG-6863-JI, Yamaha N-Max AG-2528-AAG, Honda Scoopy, Honda Vario AG-2257-DA, serta Honda Vario AG-5817-ECD.

Berdasarkan kronologi awal, bus melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan relatif tinggi.

Saat mendekati persimpangan, kendaraan diduga berupaya mendahului, namun gagal mengendalikan laju, sehingga menerobos antrean kendaraan yang berhenti akibat lampu lalu lintas menyala merah. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 11 orang mengalami luka ringan dan sempat menjalani perawatan di RS Ratih Kota Kediri. Korban terdiri atas pengemudi dan penumpang mobil, pengendara motor, serta sopir bus.

“Sebanyak 11 korban yang dirawat di RS Ratih sudah diperbolehkan pulang. Mereka terdiri dari pengendara sepeda motor, mobil, dan sopir bus,” terang Yudho.

Korban yang terlibat antara lain Tri Hartono (sopir bus), Mei Wahyudiono (kernet), Moch Akbar (pengemudi Avanza), Hasna Safira, serta sejumlah pengendara motor dan penumpang lainnya, termasuk anak-anak. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil.

Aparat Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pendataan identitas korban, pembuatan sketsa TKP, hingga pengamanan barang bukti kendaraan.

Sopir bus juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Yudho menegaskan, penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan Dishub untuk memastikan faktor teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Semua aspek kami periksa, baik faktor manusia, kendaraan, maupun kondisi jalan. Hasil pemeriksaan teknis dari Dishub akan menjadi bagian penting dalam gelar perkara,” katanya.

Pos terkait