Stok di Petani Menipis, Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Kota Kediri Tembus 80 Ribu

Cabai Kediri
Caption: Hariana saat sedang melayani pembeli di lapaknya di Pasar Setonobetek Kota Kediri, Kamis (25/07/2024). Doc: Darman/Metaranews.co

Metaranews.co, Kota Kediri – Terpengaruh stok yang minim di petani akibat musim kemarau, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri tembus Rp 80 ribu per kilogramnya.

Kenaikan cabai ini terjadi sejak empat hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Seperti yang terjadi di Pasar Setonobetek Kota Kediri, harga cabai rawit per kilogramnya oleh para pedagang dijual dengan harga Rp 80 ribu.

Hariana, salah satu pedagang mengatakan, bahwa harga cabai rawit dalam empat hari terakhir ini terus mengalami peningkatan.

Empat hari sebelumnya, kata Hariana, harga cabai rawit masih dijual di kisaran harga Rp 70 ribu hingga Rp 72 ribu per kilogram.

“Ada kenaikan 80 sekilo, sebelumnya ya 60 hingga 70 ribu. Kenaikan sejak empat hari ini,” ujar Hariana, Kamis (25/07/2024).

Mahalnya harga cabai rawit saat ini dipengaruhi oleh minimnya stok cabai di pasaran. Kondisi ini seiring hasil panen para petani menurun, karena faktor cuaca.

Bunga cabai banyak yang tidak berhasil menjadi buah, karena proses pembuahan gagal akibat kencangnya angin di musim kemarau.

Selain itu, banyak petani yang beralih menanam palawija dari pada menanam cabai.

“Stoknya berkurang karena angin kencang di musim kemarau, bunganya tidak jadi,” imbunya.

Saat ini, harga cabai merah besar dan cabai keriting di Kota Kediri stabil di harga Rp 45 ribu per kilogramnya. Begitu juga harga sayuran relatif stabil, hanya harga kentang yang naik dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogramnya.

Kondisi ini dikeluhkan pembeli, terutama ibu-ibu rumah tangga. Mereka harus menyesuaikan uang belanja mereka.

Salah satunya Hanik, pembeli asal Desa Gurah, Kabupaten Kediri. Ia terpaksa pembeli harus mengurangai jumlah konsumsi cabai.

“Iya, harganya naik cukup tinggi, saya berharap harganya normal-normal aja,” harap Hanik.

Pembeli khawatir musim kemaru ini akan berpengaruh kepada harga sayur mayur lainya. Mengingat pada musim kemarau biaya produksi petani juga akan naik. Oleh karennaya, mereka harus pandai-pandai mengatur keuangan.

“Ya harus pandai mengatur belanja, kasihan wong kita ini warga kadang gajinya tidak cukup,” pungkasnya.

Pos terkait