Suami Siri Tersangka Pembunuhan Istri di Jombang Ditangkap di Lampung, Motif Sakit Hati

Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Pelarian pria berinisial P, suami siri yang menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Tri Retno Jumilah (60), warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, berakhir di Lampung.

Tersangka P ditangkap polisi setelah kabur ratusan kilometer dari lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyampaikan bahwa terduga pelaku melarikan diri menggunakan bus sesaat setelah menghabisi korban.

“Pelaku pergi menggunakan bus sampai di Pelabuhan Merak, Banten, kemudian menyeberang ke wilayah Lampung,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Terduga oelaku akhirnya diciduk pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 23.15 WIB di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur.

Menurut Dimas, Lampung dipilih sebagai tempat pelarian karena terduga pelaku pernah bekerja di daerah tersebut.

“Riwayat pelaku memang sebelumnya pernah bekerja di Lampung, di tempat vulkanisir ban wilayah Lampung Tengah. Karena itu pelaku lari ke sana dan ngekos,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan terduga pelaku.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan antara lain linggis yang digunakan untuk memukul korban, selimut, bantal, uang tunai, dan beberapa perhiasan yang dibawa pelaku,” terangnya.

Dalam pemeriksaan, P mengaku nekat menghabisi korban karena merasa sakit hati.

“Pelaku mengaku sering diejek dan diusir dari rumah saat bertikai, sehingga timbul rasa sakit hati yang memicu terjadinya pembunuhan,” ungkap Dimas.

Terduga pelaku kini dibawa ke Polres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Tri Retno Jumilah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya pada Kamis (13/11/2025) siang.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang curiga karena sang ibu tak memberi kabar selama empat hari. Kiriman buah yang diletakkan di gagang pintu rumah pun masih utuh dan tidak tersentuh.

Saat ditemukan, jenazah korban telah mengeluarkan bau menyengat. Hasil autopsi menunjukkan korban tewas akibat kekerasan.

Polisi menemukan luka memar di dada, pipi, dan wajah akibat hantaman benda tumpul. Beberapa tulang korban juga patah, serta terdapat pendarahan hebat di kepala yang menjadi penyebab kematian.

Hingga kini, penyidik memastikan kuat bahwa P merupakan terduga pelaku utama, mengingat ia tak berada di rumah saat mayat ditemukan dan diduga membawa kabur motor milik korban.

Pos terkait