Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Ekskavasi Situs Tondowongso di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang berlangsung selama sepuluh hari resmi berakhir pada Jumat (29/8/2025).
Selama proses penggalian, tim ekskavator tidak menemukan artefak signifikan.
Meski penggalian dilakukan hingga kedalaman dua meter dari permukaan tanah, hasil yang diperoleh hanya berupa batu bata kuno, dua batu andesit, serta sejumlah fragmen gerabah – temuan yang umumnya muncul dalam setiap ekskavasi situs atau candi.
Dari hasil tersebut, hanya fragmen gerabah yang akan dikirim untuk diteliti lebih lanjut oleh CV Padma di Yogyakarta.
Arkeolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Lintang Andamarati, menjelaskan bahwa penelitian fragmen ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk asli potongan sebelum rusak.
“Mungkin hanya meneliti itu (potongan gerabah), bagian dari apa dan tebalnya berapa. Hanya itu saja sih. Semua temuan akan kami bawa hari ini,” kata Lintang, Jumat (29/8/2025).
Namun, Lintang belum bisa memastikan kapan penelitian akan selesai, sebab pasca-eksavasi masih ada tahapan lain yang harus diselesaikan lebih dahulu, seperti rekapitulasi laporan dan diskusi evaluasi.
“Kami belum bisa memastikan (kapan penelitian dilakukan), yang pasti kalau laporan sudah selesai dikerjakan, akan segera kami lakukan (penelitian),” jelasnya.
Adapun rekapitulasi laporan kegiatan ekskavasi ditargetkan rampung pada awal Oktober 2025.