Metaranews.co, Kota Kediri – Pertandingan antara Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta dipastikan tidak dapat digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Izin laga kandang Macan Putih tersebut resmi tidak diberikan.
Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, membenarkan hal tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, ia menyatakan bahwa pertandingan kontra PSIM tidak memperoleh izin penggunaan Stadion Brawijaya.
“Tidak diizinkan,” jelas Widodo singkat, Senin (9/2/2026).
Tidak turunnya izin tersebut diduga kuat berkaitan dengan catatan kelam pertemuan kedua tim di masa lalu.
Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta terakhir kali bertemu di Stadion Brawijaya pada 2019. Laga itu berakhir ricuh dan meninggalkan trauma mendalam.
Dalam pertandingan tersebut, Persik Kediri yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menang 2-0 atas PSIM Yogyakarta.
Namun, kemenangan Macan Putih ternodai oleh kerusuhan yang pecah menjelang akhir laga.
Ketegangan bermula dari saling ejek antarsuporter di tribun, yang kemudian berkembang menjadi aksi pelemparan botol, batu, dan benda keras lainnya.
Situasi kian tidak terkendali ketika sejumlah suporter turun ke area lapangan.
Aparat keamanan terpaksa turun tangan untuk meredam kerusuhan dan memisahkan massa dari kedua kubu.
Usai pertandingan, bentrokan tidak serta-merta mereda. Kerusuhan justru meluas hingga ke luar stadion, terutama di area parkir dan sejumlah ruas jalan di sekitar Stadion Brawijaya.
Akibat insiden tersebut, puluhan suporter dari kedua tim dilaporkan mengalami luka-luka. Sejumlah anggota kepolisian yang bertugas mengamankan pertandingan juga turut menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan medis.
Tidak hanya menimbulkan korban luka, kerusuhan juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum serta sejumlah kendaraan milik warga yang terparkir di sekitar stadion.
Pascainsiden, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSIM Yogyakarta. Suporter Laskar Mataram dinilai terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa tindakan provokatif dan keterlibatan dalam kericuhan.
PSSI pun menjatuhkan hukuman larangan mendukung tim secara langsung di stadion, baik saat laga kandang maupun tandang, dalam jangka waktu tertentu.
Meski sempat diajukan banding oleh pihak PSIM, sanksi tersebut tetap menjadi catatan serius bagi federasi.
Hingga kini, kerusuhan laga Persik Kediri kontra PSIM Yogyakarta pada 2019 masih menjadi pertimbangan utama dalam aspek keamanan setiap kali kedua tim dijadwalkan bertemu.
Trauma dan potensi konflik antarsuporter dinilai belum sepenuhnya hilang.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebijakan perizinan pertandingan, termasuk larangan menggelar laga Persik kontra PSIM di Stadion Brawijaya pada musim-musim berikutnya.
Sementara itu, Wakapolres Kediri Kota, Kompol Rizal Ardhianto, saat dihubungi masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Nanti kita kabari,” ujarnya singkat.






