Metaranews.co, Kota Kediri – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula KH Mahrus Aly, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan ini digelar untuk mematangkan visi transformasi UIT Lirboyo menuju kampus unggul.
Raker tersebut dihadiri jajaran rektorat, pimpinan yayasan, serta alumni.
Pertemuan strategis ini bertujuan menyinergikan langkah pengembangan program studi umum sekaligus memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di lingkungan akademik.
Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr KH Reza Ahmad Zahid Lc MA atau yang akrab disapa Gus Reza, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap visi dan misi universitas menjadi syarat mutlak bagi seluruh sivitas akademika.
Hal tersebut dinilai penting agar ritme kinerja dosen dan tenaga kependidikan berjalan seimbang, sehingga mampu menciptakan persatuan serta ukhuwah yang kuat di lingkungan kampus.
“Bismillah, untuk harapan kami di Raker ini yang pertama, bagaimana para dosen dan segenap civitas akademika yang ada di Tribakti ini betul-betul memahami visi dan misi dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo,” ujar Gus Reza saat memaparkan arah kebijakan kampus.
Gus Reza menambahkan, pencapaian status kampus unggul harus dipersiapkan secara komprehensif dari berbagai lini, terutama penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Para dosen dan fungsionaris didorong lebih aktif menulis jurnal ilmiah, melakukan penelitian, serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Salah satu gagasan strategis yang mengemuka dalam Raker tahun ini adalah rencana pendirian Program Studi (Prodi) umum.
Selama ini UIT Lirboyo dikenal kuat dengan prodi keagamaan. Ke depan, universitas berencana membuka prodi Hukum, Sosial, Politik, hingga bidang kesehatan seperti Keperawatan dan Kebidanan.
Selain pengembangan akademik, penguatan paham Aswaja juga menjadi poin krusial yang dibahas dalam rapat tahunan tersebut.
Pihak universitas berkomitmen memperkuat tradisi dan budaya ulama pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama melalui seminar serta pelatihan kader bagi dosen dan tenaga kependidikan.
“Kita punya semangat untuk mengantarkan mahasiswa agar tidak lepas dari paham ini, makanya untuk pelatihan-pelatihan ini sebagai wujud daripada ikhtiar kita agar para dosen dan segenap civitas akademika itu tetap ada di bawah naungan Ahlussunnah wal Jamaah,” tegas Gus Reza.
Raker ini juga menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof Dr rer nat Jaenal Effendi SAg MA, yang juga menjabat Ketua IKABAKTI.
Kehadirannya memberikan perspektif manajemen modern kepada peserta rapat.
Ia mengajak seluruh unsur kampus, hingga level terendah, untuk memahami peran masing-masing dalam mewujudkan visi besar institusi melalui prinsip kerja yang proaktif.
“Harus proaktif menciptakan sesuatu yang belum ada. Harus mulailah dengan cita-cita besar yang akan kita capai. Selalu kita pertajam pisau kita, mentality, kesehatan, dan ibadah,” ungkap Prof Jaenal.
Sementara itu, Ketua Senat UIT Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, mengingatkan agar seluruh akselerasi teknis dan akademik tersebut tidak meninggalkan akar spiritualitas.
Menurutnya, ketakwaan, akhlak mulia, dan kepatuhan kepada Allah SWT harus menjadi fondasi utama yang berjalan seiring dengan kemajuan universitas.






