Metaranews.co, Kabupaten Jombang – Volume arus mudik tahun 2025 di Tol Jombang – Mojokerto (Tol Jomo) menurun bila dibandingkan dengan volume arus mudik tahun 2024.
Dari data yang dihimpun oleh Astra Tol Jomo, penurunan volume arus mudik dibandingkan tahun kemarin mencapai 1,62 persen.
Data rinci menunjukan pada 21 Maret 2025 volume lalu lintas di Tol Jomo tercatat ada sebanyak 30.114 kendaraan. Pada 22 Maret 2025, jumlah kendaraan bertambah menjadi 32.640 unit.
Pada 23 Maret 2025, jumlah kendaraan bertambah menjadi 31.947 unit. Lalu pada 24 Maret 2025 bertambah 30.639 kendaraan.
Berikutnya pada 25 Maret 2025 menjadi 32.087 unit, 26 Maret 2025 menjadi 37.583 kendaraan. Kemudian pada 27 Maret 2025 naik 44.312 unit. Sedangkan pada 28 Maret 2025 naik menjadi 55.694 unit.
Selanjutnya pada 29 Maret 2025 mencapai 40.621 kendaraan, pada 30 Maret 2025 mencapai 59.514 kendaraan, dan pada hari pertama dan kedua Lebaran terdapat 85.591 kendaraan.
Jika dibandingkan arus mudik tahun 2024 pada periode yang sama, maka jumlah kendaraan yang melewati Astra Tol Jomo turun 1,62 persen atau 8.700 kendaraan, yaitu dari 544.344 kendaraan tahun lalu menjadi 535.644 kendaraan tahun ini.
“Faktornya banyak, salah satunya masyarakat saat ini lebih efektif, tidak akan bepergian tanpa tujuan yang penting,” ujar Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo, Zanuar Firmanto, Jumat (4/4/2025).
Dikatakan Zanuar, prediksi tersebut dibuat menggunakan data arus mudik tahun 2019. Karena Idulfitri sama-sama jatuh pada hari efektif, yakni hari Senin dan Selasa.
“Juga ditambah dengan prediksi pertumbuhan lalu lintas,” jelasnya.
Titik kepadatan di Exit Tol Bandarkedungmulyo disebabkan oleh kendaraan yang keluar dari Tol Jomo mengarah ke Kediri atau Nganjuk, terhambat kepadatan di jalur arteri.
Namun faktor utama yaitu terdapat perlintasan KA Bandarkedungmulyo dan penyempitan jalan di Jembatan Kayen, yang menghambat arus lalu lintas.
Begitu lepas dari perlintasan KA Bandarkedungmulyo, pemudik bakal bertemu dengan Simpang 3 Mengkreng di Kediri, yang juga menjadi biang kemacetan.
“Faktor penting ternyata jadwal KA yang melewati perlintasan KA Bandarkedungmulyo. Ada 4 jadwal KA pada jam 11.00-14.00 WIB. Sekali KA lewat, arus lalin terhenti kurang lebih 15 menit,” pungkas Zanuar.