Metaranews.co, Kabupaten Kediri – Dugaan pencemaran lingkungan yang disebut-sebut bersumber dari aktivitas Rumah Sakit (RS) Aura Syifa Kediri memicu kemarahan warga.
Belasan warga Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, yang tergabung dalam Aliansi Warga Dlopo Bersatu, mendatangi manajemen rumah sakit, Senin (23/2/2026).
Aksi tersebut dipicu keluhan bau menyengat yang disebut tercium hampir setiap hari pada waktu tertentu. Warga juga mengaku mengalami gangguan pernapasan dalam tiga tahun terakhir.
Meski demikian, hingga kini belum ada hasil uji laboratorium resmi yang menyatakan adanya pencemaran.
“Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Sekarang baunya cukup menyengat, dan kami khawatir dengan dampaknya bagi kesehatan anak-anak dan lansia,” ujar Suhendro (45), perwakilan warga.
Menurut Suhendro, warga telah melayangkan surat aduan dan meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan lapangan.
Pemeriksaan yang diminta meliputi uji kualitas udara dan air di sekitar permukiman.
Ia juga meminta proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Kami tidak ingin menyudutkan pihak mana pun. Kami hanya ingin ada pemeriksaan menyeluruh supaya jelas,” katanya.
Tak hanya itu, warga mendesak audit lingkungan serta pemeriksaan perizinan pengelolaan limbah, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, manajemen RS Aura Syifa Kediri belum memberikan keterangan resmi.
Andri Yulianto, petugas keamanan rumah sakit, menyampaikan bahwa manajemen tengah mendalami surat aduan yang diterima pada 19 Februari lalu, dan menjadwalkan pembahasan internal pada 24 Februari mendatang.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh, guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman serta kesehatan masyarakat di sekitar rumah sakit tidak terdampak.






