Dua Dokter Spesialis Mundur dari PNS dan Tutupnya Poli Kulit RSUD Gambiran Kediri

RSUD Gambiran/metaranews.co
Halaman RSUD Gambiran Kota Kediri. (Anis Firmansah/Metaranews)

Metaranews.co, Kediri- Lalu lalang orang di lobi RSUD Gambiran Kota Kediri telah memadat. Satu persatu menunggu antrean di barisan tempat duduk ruang lobi pada Selasa (1/11/2022). Jarum jam masih menunjukkan pukul 09.00 WIB, kepadatan RSUD Gambiran Kota Kediri sebagai instansi layanan kesehatan pun terlihat dari banyaknya pengunjung menunggu panggilan untuk cek kesehatan.

Dari lorong pintu menuju ke lobi ruang lobi, beberapa pasien dibantu sanak saudara untuk mendapatkan tempat antre. Dari pintu masuk lobi itu pula terlihat sebuah papan hitam berisi daftar nama dokter RSUD Gambiran.

Bacaan Lainnya

Tepatnya, di sebelah kiri resepsionis RSUD Gambiran Kota Kediri. Foto dan nama lengkap 75 dokter itu menempel di dinding ruang lobi.

“Direktur sedang rapat bersama Sekda,” tutur Humas RSUD Gambiran Kota Kediri, Nitra Sari.

Dengan ramah, Nitra yang menyampaikan hal tersebut setelah ditemui metaranews.co di lantai 4 RSUD Gambiran Kota Kediri.

Mengawali November 2022 ini memang cukup mengejutkan kabar yang datang dari RSUD Gambiran Kota Kediri. Adanya dua dokter spesialis yang mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) menjadi buah bibir di beberapa pasien dari poli yang ada di RSUD Gambiran Kediri.

metaranews.co
Daftar nama dokter di RSUD Gambiran Kota Kediri yang terpasang di ruang lobi. (Anis Firmansah/Metaranews)

Dua dokter tersebut ialah spesialis kulit dan spesialis kandungan. Bahkan, salah satu dokter yang mundur dari PNS RSUD Gambiran Kota Kediri ini ialah satu-satunya dokter spesialis kulit dan kelamin. Ia mengakhiri pekerjaannya tepat pada 31 Oktober 2022. Dan diketahui Selasa (1/11/2022) telah tidak berdinas di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Kabar itu pun dibenarkan oleh Nitra. Dua dokter spesialis kulit dan spesialis kandungan itu telah mengundurkan diri dari PNS RSUD Gambiran Kota Kediri. Ia menyebut pengunduran dua dokter spesialis tersebut tanpa paksaan atau intervensi.

“RSUD Gambiran disini hanya melakukan proses tersebut, berawal dari surat pengunduran diri. Kami teruskan, ada 2 orang dokter (mengundurkan diri,red),” ucap Nitra.

Sebagai ASN, imbuh perempuan berkerudung cokelat itu, menyatakan bahwa kedua dokter tersebut mempuyai hak pribadi untuk mengundurkan diri sebagai PNS atau ASN. Nitra menyebut dua dokter spesialis itu ialah dr. Diana Kartika Sari, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin. Dan dr. Ririn Indah Perbawati, seorang dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan.

metaranews.co
Papan daftar nama RSUD Gambiran Kota Kediri. (Anis Firmansah/Metaranews)

Nitra mengaku pihak RSUD Gambiran tidak mengetahui alasan pengunduran diri kedua dokter spesialis tersebut. Karena, pihaknya hanya sebatas menerima surat pengunduran diri. Sementara, kata Nitra, perizinan pengunduran diri ini sudah melalui Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri.

“Kalau untuk alasan bisa ditanyakan kepada yang bersangkutan, saya menyampaikan dari Pak Direktur, karena beliau masih ada tugas,” jelasnya.

 

Poli Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran Kota Kediri Tutup Sementara

Mundurnya satu-satunya dokter spesialis kulit dan kelamin tentu akan berdampak terhadap pelayanan poli kulit dan kelamin RSUD Gambiran Kota Kediri. Dari 75 dokter yang ada di RSUD Gambiran, dr. Diana Kartika Sari merupakan satu-satunya dokter yang ada dalam poli kulit dan kelamin.

metaranews.co
Ruang lobi RSUD Gambiran Kota Kediri. (Anis Firmansah/Metaranews)

Sehingga, RSUD Gambiran Kota Kediri memutuskan untuk menutup sementara pelayanan poli ini karena mundurnya dokter spesialis kulit dan kelamin. Humas RSUD Gambiran Nitra Sari, menjelaskan penutupan pelayanan tersebut terpaksa harus dilakukan karena memang belum tersedianya, sesuai keahlian dokter spesialis kulit dan kelamin. Namun, pihaknya akan mencari dokter pengganti agar pelayanan poli kulit dan kelamin bisa segera dibuka kembali.

Tak hanya itu, ia menyampaikan bahwa pengajuan tenaga dokter juga sudah disodorkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri, terkait kurangnya tenaga kesehatan.

“RS Gambiran akan secepatnya mencari dokter spesialis pengganti, sesuai normatif regulasi yg berlaku,” terang Nitra.

Bagaimana dengan poli kandungan usai ditinggal dr. Ririn Indah Perbawati? Mendapatkan pertanyaan ini, Nitra menjelaskan bahwa dr. Ririn Indah Perbawati, dokter spesialis kebidanan dan kandungan memang juga sudah mengundurkan diri dari PNS atau ASN RSUD Gambiran Kota Kediri. Namun, ia menyebut ada perbedaan dengan kondisi poli kulit dan kelamin. Nitra menerangkan poli kandungan masih mempunyai tiga orang dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RSUD Gambiran Kota Kediri.

“Kalau dokter kulit memang hanya ada satu, tapi kalau spesialis kandungan. Selain dokter Ririn, ada tiga dokter lainnya,” pungkasnya.

 

Kadinkes Kota Kediri Sayangkan Kosongnya Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Gambiran

Poli Kulit dan Kelamin RSUD Kota Kediri ternyata menjadi satu-satunya pelayanan kulit di Karesidenan Kediri. Pernyataan ini terlontar dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dr. Fauzan Adima. Ia menyayangkan pengunduran diri dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Gambiran tersebut. Meskipun tak juga tak mengetahui alasan dokter tersebut mundur dari PNS atau ASN RSUD Gambiran Kota Kediri, Fauzan juga mengakui poli kulit dan kelamin akan ditutup sementara waktu.

metaranews.co
Kadinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima. (dok RSUD Gambiran Kediri)

Fauzan yang juga mantan Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri ini, menerangkan penutupan sementara poli kulit dan kelamin baru dimulai Selasa (1/11/2022).

“Saya harap manajemen RS Gambiran segera mencari penggantinya, agar pelayanan poli kulit tidak terganggu,” ungkap Fauzan.

Ia menjelaskan dari proses pengunduran sejumlah dokter ini tidak diketahui penyebabnya. Dinkes Kota Kediri hanya menerima surat tembusan atas pengunduran diri dari dua dokter tersebut. Lantas, surat tersebut dilanjutkan kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan nantinya ditujukan kepada Direktur RSUD Gambiran.

metaranews.co
Papan daftar nama RSUD Gambiran Kota Kediri. (Anis Firmansah/Metaranews)

Ia membenarkan ada dua surat tembusan pengunduran diri yang sudah diterimanya. Yakni, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin serta spesialis kebidanan dan kandungan.

“Ada dua surat yang sudah kami terima kemarin,” jelasnya.

Menurut Fauzan, poli pelayanan kulit dan kelamin di RSUD Gambiran, sangat dibutuhkan warga sekitar Kota Kediri. Apalagi, tercatat banyak warga menderita penyakit kulit yang mulai timbul, seperti alergi, gatal-gatal, jamur, dan sebagainya.

“Mungkin ada yang mengeluhkan penyakit kulit, akibat pencemaran air yang mulai terjadi,” kata Fauzan.

Risiko yang dihadapi RSUD Gambiran Kota Kediri apabila tidak ada pelayanan poli kulit dan kelamin maka pasien harus dirujuk ke kota Malang atau Surabaya. Warga harus rela menempuh jarak lebih jauh untuk berobat rujukan.

“Kalau gak ada pelayanan, terpaksa harus dirujuk ke Surabaya atau Malang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *