Kronologi Pemukulan Aremania Oleh Pria Rompi Pink Saat Persik Jamu Arema

Kericuhan suporter di Stadion Brawiajaya saat ada seorang diduga Suporter Arema (Anis/Metara)

Metaranews.co, Kediri – Pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 antara Persik Kediri melawan Arema FC pada Sabtu (17/9/2022) diwarnai aksi pengeroyokan yang dilakukan Persik Mania ke beberapa Aremania yang kedapatan hadir di Stadion Brawijaya.

Insiden ini terjadi beberapa menit di babak pertama. Keributan pecah di tribun Timur ketika sejumlah suporter Persik memergoki seorang yang diduga pendukung Arema. Mereka berusaha mengeroyok pria tersebut.

Bacaan Lainnya

Usai pecah keributan, aparat TNI dan Polri yang berjaga mencoba mengendalikan situasi dengan mendatangi dan mengamankan oknum Aremania tersebut.

Usai diamankan, salah satu suporter Arema tersebut lantas dibawa oleh petugas ke arah tribun selatan.

Ditengah pengaman itu, seorang pria mengenakan jaket jamper berwarna hitam mengenakan rompi media berwarna Pink melakukan pemukulan terhadap oknum Aremania. Aksi pemukulan itu terekam oleh beberapa kamera penonton di tribun.

Dan video pemukulan oleh seorang pria mengenakan rompi pink ini kemudian diviralkan oleh akun Instagram @arekmalang_id, yang kemudian viral di media sosial dengan narasi pemukulan dilakukan oleh Awak Media.

“Dicari segera, ‘Awak Media’ yang memakai rompi pink untuk segera klarifikasi maksud dan tujuan melakukan pemukulan terhadap yang diduga adalah nawak kami yang dalam video tersebut sudah diamankan oleh pihak keamanan,”

“Mohon maaf sebelumya, dalam hal ini mimin tidak membela atau apalah itu kepada nawak kami yang nekat away ke kediri akan tetapi mimin ingin bertanya, apakah pantas seorang ‘Awak Media’berprilaku seperti itu??” tulis @arekmalang_id, Minggu (18/9/2022).

Video tersebut sudah ditonton kurang dari 8.000 warganet, dan menuai banyak kritikan keras.

Tak lama usai adanya video viral tersebut, Media Official Persik Kediri  mengeluarkan Pers Rilis mengutuk tindakan yang disebut diduga dilakukan oleh ‘Oknum Media’.

Pers Rilis ini pun mengundang respon dari kalangan jurnalis, sebab diketahui oknum pemukul suporter Arema ini bukan dari kalangan pewarta.

Sampai akhirnya 4 organisasi jurnalis memberikan surat pernyataan sikap mendesak Panpel dan Media Official Persik Kediri meminta maaf karena sudah menyudutkan jurnalis, serta meminta Panpel dan MO segera menemukan oknum tersebut dan mempublikasikan permintaan maaf ke publik.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *