Mas Abu Ajak Kolaborasi Pentahelix untuk Bangun Kediri

(Istimewa)

Metaranews.co, Kediri – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan kolaborasi pentahelix adalah suatu keniscayaan untuk membangun daerah.

Kekompakan pemerintah, akademisi, komunitas, swasta, dan media sangat penting untuk keberhasilan suatu program. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri saat menghadiri launching Media Konvergensi Jawa Pos Radar Kediri dan Program Choose Your Leadership, Selasa (12/7) di Kantor Jawa Pos Radar Kediri. Launching ini dalam rangka ulang tahun Jawa Pos Radar Kediri ke-23.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan kolaborasi pentahelix ini bisa berjalan sampai kapanpun. Membangun suatu daerah tidak akan berhasil kalau hanya pemerintahnya saja,” ujarnya.

Wali Kota Kediri mengungkapkan untuk membangun Kediri secara keseluruhan memang dibutuhkan kerja sama yang baik. Apalagi di Kediri ini akan berdiri airport dan jalan tol. Tentunya akan membawa _multiplier effect_. Jadi Kediri ini harus dibangun bersama-sama.

“Kita tidak mau lagi menjadi penonton. Kita harus jadi yang terdepan untuk mengembangkan daerah kita,” ungkapnya.

Abdullah Abu Bakar juga berpesan agar media termasuk Jawa Pos Radar Kediri untuk memberikan insight yang baik bagi Kota Kediri. Diharapkan nantinya masyarakat akan semakin melek informasi dan Pemerintah Kota Kediri pun akan membuat kebijakan yang semakin baik.

“Alhamdulillah selama ini kita bisa bekerjasama dengan baik lalu juga bisa menginformasikan dengan baik pula. Ini bisa jadi pedoman bagi masyarakat. Sebab saat ini banyak bermunculan berita yang kejelasannya masih dipertanyakan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri Maulia Martwenty, Kepala OJK Kota Kediri Bambang Supriyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, Anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya, perwakilan Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.(E2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *