Nasib Kampung Terpencil Tanpa Listrik di Kabupaten Kediri, Persyaratan Disandera PLN dan PTPN

metaranews.co
Ilustrasi PLN. (pixabay)

Metaranews.co, Kediri- Pembangunan Bandara Dhoho Kediri sebagai proyek stategis nasional (PSN) terus dilakukan, karena rencananya akan beroperasi pada 2023 di Kabupaten Kediri. Di tengah geliat kemegahan pembangunan Bandara Dhoho, sayangnya masih ada daerah di Kabupaten Kediri yang belum teraliri listrik. Ketimpangan pembangunan ini harus segera dicari solusinya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Kampung di lereng Gunung Kelud ialah kampung Onggoboyo. Kampung ini hanya berisikan 17 Kepala Keluarga (KK) yang terpaksa harus menahan gelap tanpa sentuhan aliran listrik. 17 KK tersebut hidup di tanah milik PTPN X yang berlokasi di Dusun/Desa Babadan, Kecamatan Ngancar.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kampung Onggoboyo, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Pemkab Kediri, Dyah Saktiana, mengaku telah membahasnya. Tepatnya, sejak Juni 2022 lalu, ia sudah melakukan peninjauan lokasi yang berada di lereng Gunung Kelud. Dyah mengaku hal tersebut dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan aliran listrik. Sayangnya, sampai saat ini untuk mewujudkan aliran listrik di kampung Onggoboyo masih alot.

metaranews.co
Kabag Ekonomi, Pemkab Kediri, Dyah Saktiana. (dok)

“Kita terus melakukan komunikasi terhadap PTPN X yang memiliki lahan dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasangan aliran listrik,” kata Dyah, saat ditemui metaranews.co.

Meskipun sudah berkomunikasi dengan PTPN X dan PLN, Dyah mengaku masih ada sejumlah persyaratan dari PLN. Yakni, PLN menghendaki pengajuan aliran listrik harus dengan atas nama penghuni. Akan tetapi, PTPN X tidak bersedia. Sebab, tanah dan rumah 17 KK merupakan milik perusahaan BUMN tersebut. Sedangkan, warga di kampung Onggoboyo hanya karyawan perkebunan. Dan bukan pemilik lahan tersebut. Dyah juga menyebut persyaratan PLN atas pengajuan daerah terpencil, harus menyertakan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Penduduk (KTP).

“Maunya rekening listrik diminta atas nama PTPN, ini yang masih belum ada titik temu. Ini masih kita fasilitasi agar bisa saling mencari jalan tengah,” jelasnya.

Dyah berharap ada jalan tengah agar pergantian tahun 2023 kampung Onggoboyo dapat teraliri listrik oleh PLN. Apalagi pembangunan Bandara Dhoho ini, direncanakan beroperasi tahun depan.

Di sisi lain, Dyah mengaku semua daerah di Kabupaten Kediri telah teraliri listrik. Sayangnya, tinggal satu kampung Onggoboyo ini yang berada di lereng Gunung Kelud. Hanya saja terkadang warga untuk jaringan sambungan ke rumah belum dilakukan karena kondisi ekonomi.

“Solusinya pemerintah kan sudah membuka layanan warga yang tidak mampu, biaya juga murah sebenarnya disubsidi,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya Bupati Kediri Hanindhito Himawan, prihatin dengan kondisi warganya di perkampungan Onggoboyo, berupaya supaya jaringan listrik PLN bisa masuk di sana.

“Ini salah satu pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan supaya jaringan listrik PLN bisa masuk ke Kampung Onggoboyo. Kami berkomunikasi dengan PTPN X. Bagi kami di pemerintahan, pemerataan adanya listrik itu adalah suatu keniscayaan tersendiri,” kata Dhito, Kamis (4/8/2022) lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *